Berita Ciamis

Riak Ramadan ke-30 di Ciamis, Hadirkan Ruang Ekspresi Budaya

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pentas Amal Panggung Terbuka Riak Ramadan kembali digelar di Alun-alun Ciamis sebagai ruang ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat Tấtar Galuh.

Memasuki usia ke-30 tahun, Riak Ramadhan yang digagas Keluarga Galuh Budaya (KGB) ini terus menjadi panggung bagi seniman dan komunitas untuk menampilkan karya di tengah suasana Ramadan 1447 H/2026 M..

Koordinator KGB Kabupaten Ciamis, Noer JM, mengatakan, sejak awal digagas Riak Ramadan merupakan wadah kebersamaan masyarakat Tatar Galuh Ciamis untuk menampilkan kreativitas seni sekaligus mempererat nilai kebudayaan.

“Riak Ramadan bukan sekadar hiburan, tetapi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas seni, budaya, dan nilai kebersamaan selama bulan suci Ramadan,” katanya, Jumat (13/03/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, berbagai pertunjukan seni tampil memeriahkan panggung terbuka di Alun-alun Ciamis, diantaranya pembacaan puisi bertema alam oleh Jessica Purboyo, juara nasional baca puisi, serta penampilan musik bernuansa blues Ramadan dari Andy Slide.

Nuansa seni juga terlihat dari aksi melukis spontan yang diperagakan Farid dari komunitas Seni Lukis Urang Galuh (SLUG). Lukisan tersebut menjadi karya kolaboratif yang diawali oleh goresan kuas Ketua DPRD Ciamis, H. Nanang Permana, MH kemudian disempurnakan menjadi lukisan khas Riak Ramadan ke-30.

Menurut Noer JM, keberadaan Riak Ramadan selama tiga dekade menjadi bukti kreativitas seni masyarakat Ciamis terus hidup dan berkembang.

“Selama 30 tahun, Riak Ramadan menjadi panggung terbuka bagi berbagai komunitas seni dan masyarakat untuk menunjukkan karya mereka kepada publik,” jelasnya.

Kegiatan didukung juga oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jabar, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), Siswa Pecinta Alam (SISPALA) yang memberikan edukasi konservasi kepada warga Tatar Galuh pengunjung Riak Ramadan yang sedang menunggu tibanya berbuka puasa.

“Ada kreativitas spontan yang diperagakan kawan-kawan KPA dengan memberikan edukasi permainan flaying fox bagi anak-anak, dan BKSDA memamerkan fosil Si Abah (Macan Tutul) yang menempati habitatnya di Gunung Sawal,” jelas Noer JM.

Selain melakukan edukasi konservasi, BKSDA juga memperkenalkan satwa dilindungi seperti Elang Jawa dan Trenggiling, sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis dengan rescue nya menampilkan perahu rescue orange untuk operasional di air.

Dalam kesempatan itu, Noer JM juga mengucapkan terima kasih atas support Alfamart yang ikut meramaikan suasana dengan menyediakan 50 paket Ramadan sebagai door prize bagi pengisi acara dan audiens.

“Terimakasih Alfamart paket Ramadannya, tahun ini bisa support bergabung dengan Riak Ramadan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana sangat mengapresiasi keberlanjutan Riak Ramadan sebagai bagian dari ruang kebudayaan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu mempertemukan berbagai komunitas dan generasi dalam satu panggung kebersamaan.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Apresiasi Kinerja Pasukan Ungu

“Riak Ramadan menjadi bukti bahwa seni, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Tatar Galuh tetap terjaga dan terus berkembang,” ujarnya.

Nanang Permana juga mengapresiasi pelaksanaan Riak Ramadan ke-30 mampu menggandeng para pencinta alam dan institusi terkait lainnya, seperti BKSDA Wilayah III Jabar dan BPBD Kabupaten Ciamis yang memberikan edukasi konservasi kepada warga Tatar Galuh.

“Warga Tatar Galuh harus paham tanaman apa yang pantas ditanam di sepajang lereng Gunung Sawal, bukan pinus yang selama ini terjadi tetapi harus aren karena pinus tidak meresap air sementara pohon aren cukup bisa menahan air,” tegasnya.

Pentas Riak Ramadan sendiri digelar sejak 9 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 17 Maret 2026 di Alun-alun Ciamis dengan menampilkan beragam kreativitas seni masyarakat. (FSL)

Related Articles

Back to top button