Berita Jabar

KDM Resmikan Rute Penerbangan Bandung-Semarang

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Peresmian Penerbangan Bandung-Semarang menjadi sinyal penting kembalinya konektivitas udara antardaerah yang sempat tereduksi dalam beberapa tahun terakhir. Rute baru ini diresmikan langsung oleh KDM, menandai langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan pariwisata antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Peresmian dilakukan di Bandara Husein Sastranegara Bandung, dengan melibatkan maskapai Wings Air sebagai operator penerbangan. Rute Bandung–Semarang ini melengkapi rute Bandung–Solo yang lebih dulu dibuka, sekaligus memperluas pilihan mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur darat dan kereta api.

Dalam sambutannya, KDM menegaskan bahwa kehadiran Penerbangan Bandung-Semarang bukan sekadar soal perjalanan yang lebih singkat, tetapi juga menyangkut dampak berantai bagi perekonomian daerah. Ia berharap aktivitas perdagangan semakin meningkat, sektor industri bergerak lebih dinamis, dan pariwisata antardaerah kembali bergairah.

“Semoga industri perdagangan semakin meningkat, pariwisata dan pasar-pasar ramai,” ujar KDM, menggambarkan harapan besar di balik dibukanya rute tersebut.

Bagi masyarakat, kehadiran rute ini menjadi angin segar. Bandung dan Semarang dikenal sebagai dua kota dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata yang tinggi. Selama ini, perjalanan darat bisa memakan waktu enam hingga delapan jam, tergantung kondisi lalu lintas. Dengan penerbangan langsung, jarak itu kini dipangkas secara signifikan.

Konektivitas Udara dan Harapan Ekonomi Baru

KDM menyampaikan bahwa Penerbangan Bandung-Semarang diharapkan mampu menjadi penghubung simpul ekonomi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurutnya, konektivitas udara memiliki peran strategis dalam mempercepat arus barang, manusia, dan ide. Ketika mobilitas menjadi lebih efisien, peluang usaha pun ikut terbuka.

Saat ini, rute Bandung–Semarang dan Bandung–Solo masih melayani penerbangan dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Meski demikian, KDM secara terbuka menyampaikan harapannya agar frekuensi penerbangan dapat terus bertambah seiring meningkatnya permintaan penumpang.

“Semoga ke depan jumlah penerbangannya semakin banyak, tidak hanya seminggu dua kali tapi setiap hari,” kata KDM.

Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa keberhasilan Penerbangan Bandung-Semarang tidak hanya ditentukan oleh peresmian, tetapi juga oleh konsistensi layanan dan keterjangkauan bagi masyarakat. Frekuensi yang meningkat akan membuka peluang bagi pelaku UMKM, pelaku pariwisata, hingga pekerja lintas daerah yang membutuhkan mobilitas cepat.

Respons Publik dan Tantangan Ke Depan

Di lapangan, antusiasme terlihat dari berbagai kalangan. Pelaku usaha menyambut positif rute ini karena membuka akses pasar baru. Sementara bagi wisatawan, Penerbangan Bandung-Semarang memberikan alternatif perjalanan yang lebih praktis dibandingkan jalur darat.

Namun demikian, tantangan masih ada. Frekuensi penerbangan yang terbatas menjadi catatan penting. Publik menaruh harapan agar rute ini tidak berhenti sebagai simbol peresmian semata, melainkan berkembang menjadi layanan reguler yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah dan maskapai diharapkan terus melakukan evaluasi, baik dari sisi tingkat keterisian penumpang, jadwal penerbangan, hingga integrasi dengan sektor pariwisata dan transportasi darat. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang diharapkan dari Penerbangan Bandung-Semarang dapat dirasakan secara nyata dan merata.

Peresmian rute ini menjadi langkah awal. Keberlanjutannya akan ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha penerbangan, dan masyarakat sebagai pengguna. Jika semua berjalan seiring, bukan tidak mungkin Penerbangan Bandung-Semarang akan menjadi salah satu penggerak utama konektivitas regional di Pulau Jawa. (AS)

Related Articles

Back to top button