Korban Kecelakaan Maut di Pagerageung Ternyata Pelajar Ciamis, Keduanya di Bawah Umur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa kecelakaan maut di Pagerageung Tasikmalaya kembali menjadi sorotan warga pada Jumat sore (7/11/2025). Dua remaja tewas di tempat setelah sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan mobil elf jurusan Panjalu–Bandung bernomor polisi Z 7556 TB di Jalan Cikoranji, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut keterangan saksi mata, Asep (51), warga setempat yang berada di lokasi kejadian, motor yang dikendarai kedua korban berusaha menyalip kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan datang mobil elf dengan kecepatan cukup tinggi. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.
“Motornya mau nyalip, tapi di depan ada elf. Benturannya keras sekali, dua anak itu terpental jauh,” tutur Asep.
Benturan tersebut membuat motor yang diketahui berjenis Yamaha Jupiter MX hancur di bagian depan. Warga sekitar langsung mengevakuasi kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Satu korban meninggal di Puskesmas Pagerageung, sementara satu lainnya dinyatakan meninggal setelah sempat dirawat di RS Hermina Kota Tasikmalaya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi memastikan kondisi jalan di tempat kejadian dalam keadaan baik dan mulus, tanpa lubang maupun kerusakan. Polisi menilai, kecelakaan tersebut terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara saat menyalip di jalur sempit dan rawan tabrakan.
Korban Masih di Bawah Umur dan Tanpa Helm
Dari hasil penyelidikan lanjutan, diketahui bahwa dua korban ternyata pelajar asal Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Keduanya masih berusia 12 tahun dan belum memiliki KTP maupun SIM.
Fakta lain yang mengejutkan, saat kecelakaan terjadi kedua korban tidak mengenakan helm. Akibatnya, mereka mengalami luka parah di bagian kepala yang menjadi penyebab utama kematian. Polisi juga memperkirakan kerugian materi akibat kecelakaan ini mencapai sekitar Rp5 juta.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, menegaskan pentingnya pengawasan orangtua agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor tanpa perlengkapan keselamatan.
“Kami mengimbau para orangtua agar lebih tegas. Jangan biarkan anak di bawah umur membawa motor, apalagi tanpa helm. Risiko di jalan sangat besar dan bisa berakibat fatal,” ujarnya.
AKP Riki menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan edukasi keselamatan berkendara di sekolah-sekolah wilayah perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis agar kejadian serupa tidak terulang.
Kecelakaan maut di Pagerageung ini menjadi pelajaran pahit bagi banyak keluarga: satu keputusan tergesa di jalan bisa mengubah segalanya. Dua pelajar muda asal Ciamis itu kini pulang tanpa sempat dewasa — meninggalkan pesan bahwa keselamatan tak bisa ditawar.




