Berita Ciamis

Kampung Keluarga Berkualitas di Ciamis Diperkuat Delapan Program Terintegrasi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak bisa dilihat dari satu aspek saja. Melalui Program Kampung Keluarga Berkualitas (KKB), Pemerintah Kabupaten Ciamis mengintegrasikan delapan program penunjang lintas sektor untuk membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan mandiri.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), Penyuluhan, dan Penggerakan DP3AP2KB Kabupaten Ciamis, Djafar Shiddiq menjelaskan delapan program tersebut meliputi penyediaan data dan dokumen, perubahan perilaku hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), penanganan stunting, pelayanan kesehatan reproduksi, layanan pendidikan, jaminan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas lingkungan.

“Kampung KB adalah program lintas sektor yang menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya soal kontrasepsi,” katanya.

Menurutnya, Kampung Keluarga Berkualitas merupakan bagian dari upaya integrasi dan konvergensi program pembangunan keluarga. Fokus utamanya adalah membangun keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, dan memiliki lingkungan yang layak.

“KB hanyalah salah satu bagian kecil. Yang lebih besar adalah bagaimana membangun keluarga berkualitas dari berbagai aspek kehidupan,” jelasnya.

Unggulan Berbasis Potensi Wilayah

Djafar menyebut, setiap Kampung KB di Ciamis memiliki program unggulan yang berbeda, disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.

Salah satunya Kampung KB Maggot di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, yang mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot.

“Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan maggot, lalu diolah menjadi pakan ternak bernilai ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Kampung KB Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, mengembangkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan kerajinan batik. Di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, warga memanfaatkan pekarangan dengan budidaya pisang, di mana hasil penjualannya dikelola bersama, bahkan sebagian digunakan untuk membantu pembayaran kewajiban seperti pajak.

“Unggulan Kampung KB tidak bisa diseragamkan. Semua bergantung pada potensi wilayahnya, karena ini program keluarga berkualitas, bukan sekadar keluarga berencana,” tegasnya.

PLKB dan Gotong Royong Jadi Kunci

Djafar menjelaskan, seluruh 256 desa dan kelurahan di Kabupaten Ciamis kini telah berstatus Kampung KB. Pendampingan rutin dilakukan oleh Petugas Lapangan Keluarga Berkualitas (PLKB) yang tersebar di setiap kecamatan.

“PLKB menjadi ujung tombak pembinaan. Ada yang mendampingi dua hingga tiga desa dan rutin turun ke lapangan,” jelasnya.

Salah satu dampak positif yang paling terasa adalah tumbuhnya kembali semangat gotong royong masyarakat. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga serta dukungan lintas sektor.

Menurut Djafar, intervensi dari berbagai perangkat daerah mutlak diperlukan, mulai dari Dinas Kesehatan di bidang kesehatan, Dinas Sosial pada jaminan sosial, hingga dinas terkait ekonomi dalam pemberdayaan usaha masyarakat.

Tantangan dan Harapan

Meski demikian, Djafar mengakui masih terdapat tantangan, salah satunya pandangan bahwa KB hanya urusan perempuan dan kontrasepsi.

“Ini terus kami luruskan. Kampung KB menyasar seluruh anggota keluarga dan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, keterbatasan anggaran, terutama dengan adanya kebijakan efisiensi pada 2026, juga menjadi tantangan tersendiri.

“Kami berharap dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat dapat semakin menguatkan pelaksanaan program ini,” harapnya.

Djafar pun mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam Program Kampung Keluarga Berkualitas.

“Kalau masyarakat bergerak dan lintas sektor ikut memfasilitasi, Insyaallah peningkatan kualitas hidup akan semakin terlihat. Keluarga berkualitas dibangun bersama, tidak bisa sendiri,” pungkasnya. (NG)

Related Articles

Back to top button