Warna Baju Tahanan Endang Juta dan Misteri di Baliknya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penangkapan bos tambang pasir Galunggung, Endang Juta, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar menjadi sorotan besar publik Tasikmalaya sejak kemarin, Kamis (23/10/2025).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Endang resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tambang pasir ilegal di kawasan Gunung Galunggung. Kasus ini sebelumnya telah memicu desakan keras dari sejumlah aktivis lingkungan agar pemerintah segera menertibkan aktivitas penambangan di wilayah tersebut yang dianggap merusak alam dan mengancam keselamatan warga.
Endang Juta yang dikenal sebagai pengusaha besar di sektor tambang itu akhirnya digelandang ke Mapolda Jabar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, di balik gegap gempita pemberitaan soal kasus hukumnya, ada satu hal yang justru menarik perhatian publik, yakni warna baju tahanan yang dikenakan Endang saat penangkapan.
Baju Tahanan Kuning, Warna yang Tak Lazim
Dalam foto-foto yang beredar luas di berbagai media, Endang terlihat mengenakan baju tahanan berwarna kuning. Model bajunya tampak biasa, namun warna kuning ini menimbulkan banyak tanda tanya dari masyarakat. Selama ini, publik lebih akrab dengan tahanan yang mengenakan baju oranye, seperti yang lazim digunakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau merah dan pink seperti yang digunakan oleh Kejaksaan Agung untuk membedakan antara tahanan pidana umum dan pidana khusus.
Ada pula beberapa lembaga pemasyarakatan yang memakai warna biru untuk warga binaan, bahkan hijau di beberapa daerah tertentu. Namun, warna kuning hampir tidak pernah muncul di ruang publik.
Lantas, apa arti warna kuning yang dikenakan Endang Juta? Apakah memiliki makna tertentu atau hanya kebetulan semata?
Mencari Makna di Balik Warna
Redaksi Lintas Priangan mencoba menelusuri berbagai referensi untuk menjawab rasa penasaran itu. Salah satu rujukan yang cukup populer datang dari Tempo, dalam artikelnya yang berjudul “Ini Arti 6 Warna Rompi Tahanan, Tak Cuma Baju Tahanan Oranye Seperti Tahanan KPK”. Dalam ulasan tersebut dijelaskan makna beberapa warna rompi tahanan, seperti oranye, merah, pink, biru, hijau, hingga abu-abu. Namun, dari enam warna itu, tak satu pun yang menyebut kuning.
Tak sampai di situ, Lintas Priangan kemudian menelusuri sumber lain, termasuk dengan memanfaatkan dua platform AI yang kini paling populer di dunia, yakni ChatGPT dan Perplexity AI, dengan harapan mendapatkan referensi yang lebih mendalam. Hasilnya cukup mengejutkan, karena tidak ada peraturan resmi yang mengatur warna kuning sebagai pakaian tahanan di Indonesia.
Bahkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, disebutkan bahwa tahanan wajib mengenakan pakaian seragam sesuai ketentuan, tetapi tidak ada pasal yang menyebut secara spesifik warna-warna tersebut. Artinya, soal warna masih sangat tergantung pada kebijakan masing-masing lembaga penegak hukum.
Satu-satunya Sumber: Warna Kuning untuk Tahanan “High Profile”
Pencarian kemudian membawa Redaksi Lintas Priangan ke satu sumber menarik dari laman bahankain.com, dalam artikel bertanggal 10 Februari 2025 berjudul “Nggak Cuma Oranye, Ini Deretan Warna Baju Tahanan dan Artinya.” Dalam ulasan itu dijelaskan bahwa setiap warna rompi tahanan memiliki arti tertentu, termasuk warna kuning yang disebutkan biasanya digunakan untuk tahanan high profile, yang membutuhkan penanganan khusus. Entah apa maksud dari kata “high profile” dan penanganan khusus, tidak ada penjelasan lebih jauh.
Meski sumber tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai dokumen resmi pemerintah, penjelasan itu menjadi satu-satunya rujukan publik yang menyebut secara eksplisit makna warna kuning dalam konteks pakaian tahanan di Indonesia.
Dengan kata lain, bisa jadi warna kuning yang dikenakan Endang Juta bukan sekadar kebetulan, melainkan bentuk penandaan simbolik bagi tahanan dalam kategori khusus.
Misteri warna baju tahanan memang bukan isu utama dalam proses hukum, namun detail kecil semacam ini sering kali menyingkap cara kerja sistem yang lebih besar di balik layar. Kasus Endang Juta telah membuka satu bab baru dalam diskusi publik tentang transparansi dan standar penanganan tahanan di Indonesia.
Apakah warna kuning menjadi satu-satunya warna yang digunakan Polda Jabar? Sepertinya tidak juga. Meskipun memang, berdasarkan penelusuran Redaksi Lintas Priangan, dalam banyak foto konferensi pers yang digelar Polda Jabar, cukup banyak baju tahanan yang berwarna kuning. Namun demikian, warna yang lebih umum juga faktanya dipakai oleh Polda Jabar. Sementara untuk Polda wilayah lain, dari beberapa penelusuran random, Lintas Priangan tidak menemukan penggunaan warna kuning untuk baju tahanan.
Apakah warna kuning benar-benar menjadi tanda khusus bagi tahanan “high profile”? Belum ada jawaban pasti. Tapi satu hal yang jelas—penangkapan Endang Juta bukan hanya soal tambang ilegal, melainkan juga soal bagaimana warna bisa berbicara banyak tentang makna kekuasaan, perhatian publik, dan simbol-simbol hukum di negeri ini. (GPS)



