Penemuan Mayat di Sebuah Kontrakan di Kertasari Ciamis Gegerkan Warga

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat, geger pada Minggu (28/9/2025) pagi. Mereka menemukan seorang pria tewas di sebuah kontrakan di Kertasari. Peristiwa itu membuat suasana lingkungan mendadak ramai karena banyak warga berdatangan untuk memastikan kabar tersebut.
Kronologi Penemuan Mayat di Kontrakan
Korban bernama IK (57). Ia tinggal seorang diri di kamar kontrakan di Lingkungan Cibitung Girang, Kertasari. Sejak Sabtu siang, warga mulai mencium bau tidak sedap dari arah kamar korban. Teti (55), salah satu warga, mengaku awalnya mengira bau itu berasal dari bangkai tikus. Namun, bau semakin tajam hingga malam hari.
Warga merasa curiga karena IK tidak terlihat keluar rumah, sedangkan sepeda motornya tetap terparkir di halaman. Beberapa orang kemudian berinisiatif membuka jendela kontrakan. Dari celah jendela, mereka melihat tubuh IK sudah terbujur kaku di lantai kamar.
Kabar itu segera menyebar dan membuat warga geger. Beberapa orang lalu melapor ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, aparat Polres Ciamis bersama petugas PMI datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Lurah Kertasari, Reza, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban sudah tidak keluar rumah sejak sehari sebelumnya. “Warga curiga karena bau makin kuat. Saat dicek, ternyata korban sudah meninggal,” jelas Reza.
Dugaan Penyebab Kematian
Petugas Inafis Polres Ciamis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Setelah proses identifikasi awal, tim PMI membawa jasad korban ke RSUD Ciamis menggunakan ambulans. Polisi masih menelusuri penyebab kematian, karena kondisi tubuh korban sudah mulai membusuk sehingga sulit diketahui secara pasti.
Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menyatakan tim penyidik tetap mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana. “Kami masih menyelidiki. Untuk saat ini, dugaan awal korban meninggal karena sakit,” ucapnya.
Sejumlah warga menuturkan IK memiliki riwayat penyakit. Ia pernah mengalami stroke ringan dan sering mengeluhkan sakit dada serta kepala. Dugaan kuat, penyakit itu memicu kematiannya. Meski begitu, kepastian hanya bisa diperoleh melalui autopsi.
Namun, keluarga korban menolak proses autopsi. Mereka menganggap kematian IK sebagai musibah dan meminta jenazah segera dimakamkan. Polisi menghormati keputusan keluarga, meski tetap menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti begitu saja.
Kontrakan di Kertasari Jadi Sorotan
Peristiwa meninggalnya IK membuat kontrakan di Kertasari itu menjadi pusat perhatian. Warga sekitar berharap penghuni kontrakan selalu memperhatikan kondisi kesehatan mereka, terutama jika tinggal seorang diri. Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan tetangga agar cepat mendapat pertolongan saat darurat.
Kepolisian berjanji terus memantau perkembangan kasus ini dan menutup sementara akses ke kamar kontrakan korban. Peristiwa tragis tersebut meninggalkan duka sekaligus pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan kepedulian lingkungan sekitar. (GPS)



