Berita Pangandaran

Keindahan Batik Pangandaran sebagai Identitas Daerah Pesisir

Keindahan motif batik Pangandaran menegaskan identitas pesisir sekaligus memperkuat warisan budaya bangsa.

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN – Batik bukan hanya kain bermotif indah, melainkan simbol kebanggaan bangsa. Salah satu yang kian mendapat perhatian adalah batik Pangandaran, yang dikenal dengan keunikan motif bernuansa laut, nelayan, dan keindahan pantai. Keindahan motif batik Pangandaran menjadikannya identitas daerah pesisir sekaligus warisan budaya yang patut dilestarikan.

Batik Pangandaran dan Karakter Pesisir

Motif batik Pangandaran mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir dengan segala kekayaan alamnya. Dari bentuk ombak, ikan, perahu, hingga karang laut, semua tergambar dalam goresan halus batik tulis maupun cap yang dihasilkan perajin lokal. Ciri khas ini membedakan batik Pangandaran dengan batik dari daerah lain yang umumnya mengangkat flora atau fauna daratan.

Mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, beberapa waktu lalu menegaskan bahwa batik khas daerahnya harus menjadi bagian dari identitas masyarakat. “Batik Pangandaran bukan hanya karya seni, tetapi juga representasi jati diri kita sebagai daerah pesisir,” ujarnya dalam sebuah acara kebudayaan.

Selain memperkuat identitas, keberadaan batik Pangandaran juga mendukung sektor pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran kerap mencari batik sebagai oleh-oleh khas. Menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, batik lokal memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Peluang Ekonomi dan Tantangan Perajin

Keindahan motif batik Pangandaran tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memberi peluang ekonomi bagi masyarakat. Para perajin batik, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, mampu menambah penghasilan keluarga dari usaha membatik.

Namun, tantangan tetap ada. Persaingan dengan produk batik pabrikan murah seringkali membuat batik tulis sulit bersaing di pasaran. Selain itu, keterbatasan promosi dan minimnya akses teknologi juga menjadi hambatan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memberikan pelatihan, pemasaran digital, hingga sertifikasi hak kekayaan intelektual bagi motif khas Pangandaran. Dengan langkah ini, batik Pangandaran diharapkan bisa lebih dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menjaga Warisan, Memperkuat Persatuan

Keindahan motif batik Pangandaran sejatinya lebih dari sekadar produk kain. Ia adalah simbol persatuan masyarakat pesisir yang hidup selaras dengan alam. Setiap goresan motif membawa pesan tentang kebersamaan, kerja keras, serta penghargaan terhadap lingkungan.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga penerus tradisi membatik. Sejumlah komunitas di Pangandaran mulai melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan membatik sebagai upaya regenerasi. Kegiatan ini juga memberi edukasi bahwa batik bukan sekadar pakaian, melainkan warisan budaya yang mengikat identitas bangsa.

Peneliti budaya dari Universitas Padjadjaran, Dr. Ratna Kusuma, menilai bahwa batik Pangandaran memiliki daya tarik kuat karena autentik dan berakar pada kehidupan masyarakat pesisir. “Selama ada inovasi dan promosi yang tepat, batik Pangandaran bisa menjadi ikon budaya sekaligus motor ekonomi kreatif,” jelasnya.

Penutup

Dengan keindahan motif yang khas, batik Pangandaran tidak hanya mempertegas identitas daerah pesisir, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya. Menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan batik Pangandaran berarti menjaga warisan serta memperkuat persatuan.

Batik Pangandaran hadir sebagai identitas pesisir, simbol persatuan, dan motor ekonomi kreatif masyarakat Jawa Barat. (Lintas Priangan/Arrian)

Related Articles

Back to top button