Humaniora

Pria Ini Nekat Menyusup di Kolong Truk Demi Menjenguk Ibu Sakit

lintaspriangan.com, HUMANIORA. Di tengah hiruk-pikuk arus kendaraan yang keluar masuk Pelabuhan Merak, tak ada yang menyangka ada satu kisah sunyi seorang pria muda. Kisah tentang seorang anak yang baru sebulan merantau, lalu terhenyak oleh kabar yang tak pernah ingin didengar siapa pun: ibunya jatuh sakit. Kabar itu datang seperti petir, membuat seluruh rencana hidupnya ia tinggalkan begitu saja. Satu-satunya yang ada dalam kepalanya saat itu hanyalah segera pulang, apa pun caranya.

Namun uang di sakunya tak cukup. Tak ada ongkos kapal, tak ada biaya menumpang bus. Yang ada hanyalah rasa cemas dan takut terlambat menemui wajah ibunya. Dalam keterdesakan itulah, pria tersebut mengambil keputusan yang mungkin tak akan pernah ia ceritakan dengan bangga, tetapi justru menunjukkan seberapa dalam kasih seorang anak kepada ibunya. Ia menyelinap ke kolong sebuah truk yang menuju Belitang, OKU Timur. Bukan sekadar bersembunyi, ia menempel di ruang sempit dekat ban cadangan, dengan tubuh menggigil menahan angin malam, demi satu harapan, segera sampai di sisi ibunda tercinta.


Perjalanan 5 Jam dalam Gelap dan Debu

Truk itu melaju dari Merak menuju Sumatera Selatan, menempuh perjalanan sekitar 200 kilometer. Di balik dentuman roda dan getaran jalur lintas, pria itu bertahan lima jam lebih dalam ruang gelap yang hanya cukup untuk satu tubuh meringkuk. Tak ada pegangan yang layak, hanya logam dingin dan debu yang terus menempel di wajah dan pakaiannya.
Di tiap tikungan, ia berusaha tidak terpental. Di setiap guncangan, ia menahan napas agar tidak menimbulkan suara. Bayangan ibunya yang terbaring sakit menjadi satu-satunya pegangan yang membuatnya berusaha untuk terus bertahan.

Perjalanan truk itu berakhir di Purbolinggo, Lampung Timur, ketika sopir truk berhenti untuk memeriksa kondisi ban. Di saat itulah sosok penuh debu itu muncul dari kolong, membuat kru truk terkejut bukan main. Mereka tak menyangka ada manusia yang menempuh perjalanan sejauh itu hanya dengan menggantungkan nyawa pada kolong kendaraan besar.


Video Pendek yang Menyentuh Ribuan Hati

Momen ketika pria itu ditemukan terekam dalam video pendek berdurasi sekitar satu menit. Video itu beredar luas di berbagai platform media sosial sejak Senin (17/11/2025). Dalam rekaman, suara sopir terdengar antara kesal dan iba. Ia bertanya kenapa pria tersebut tidak berbicara dari awal. “Kalau bilang, pasti saya bantu,” begitu kira-kira nada yang muncul dari dialog itu.

Pria itu hanya menunduk. Debu menutupi hampir seluruh bajunya, rambutnya kusut, napasnya masih terengah. Wajahnya lelah, tetapi sorot matanya menunjukkan satu hal: tekad yang tak main-main demi bakti kepada ibunya.

Kisah sederhana itu mengalir cepat di media sosial. Banyak yang terharu, banyak pula yang menahan napas membayangkan bahaya yang ia hadapi. Tetapi satu hal yang sama dirasakan orang-orang yang menontonnya, bahwa kasih seorang anak sering kali tidak butuh teori, cukup dengan keberanian.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa di balik perjalanan panjang kendaraan yang kita lihat di jalan raya, ada cerita-cerita kecil tentang perjuangan hidup. Terkadang tak tercatat, tak terdengar, tetapi kuat adanya. Kisah pria ini mungkin hanya sekelumit dari ribuan kisah serupa yang tak terekspos, tetapi cukup untuk mengaduk hati siapa pun yang masih percaya bahwa cinta antara buah hati dan ibunda yang melahirkannya, adalah alasan paling sederhana sekaligus paling kuat untuk seseorang siap bertahan dan berjuang. (GPS)

Back to top button