Pasien Superflu di Bandung Meninggal Dunia, Menkes Angkat Bicara

Menkes RI Angkat Bicara
Menanggapi kabar pasien superflu di Bandung yang meninggal dunia, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, memberikan penjelasan untuk meluruskan persepsi publik. Ia menegaskan bahwa penyebab kematian pasien tersebut bukan semata-mata akibat virus influenza, melainkan dipicu oleh kondisi penyakit penyerta yang telah lama diderita pasien.
Dalam keterangannya, Menkes menjelaskan bahwa keberadaan virus dalam tubuh seseorang tidak selalu menjadi penyebab utama kematian. Ia mengibaratkan, seseorang yang sedang flu lalu mengalami kecelakaan fatal tentu penyebab kematiannya adalah kecelakaan, bukan flunya. Analogi ini digunakan untuk menggambarkan bahwa komorbid berperan besar dalam memperparah kondisi pasien di Bandung.
Baca berita lainnya: APBD Gede, BUMD Terkaya, tapi UMP Jawa Barat Memble!
Lebih lanjut, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa kasus di RSHS Bandung merupakan bagian dari total 62 kasus influenza A H3N2 subclade K yang terdeteksi di seluruh Indonesia. Artinya, temuan ini bukan klaster baru yang tiba-tiba muncul, melainkan data yang sudah lama masuk dalam pemantauan Kementerian Kesehatan.
Ia juga menekankan bahwa hingga awal Januari 2026, berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, belum ditemukan kasus baru superflu di wilayah Jawa Barat. Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan sederhana seperti menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, dan segera memeriksakan diri jika gejala flu memburuk. Pesannya jelas: superflu di Bandung perlu dipahami dengan kepala dingin, bukan dengan ketakutan berlebihan. (AS)



