Berita Bandung

Sprinkler di Kota Bandung: Setiap RW Wajib Punya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong setiap RW di Kota Bandung untuk memiliki sprinkler kebakaran. Ia menilai sistem sprinkler menjadi langkah konkret untuk mendeteksi dan menanggulangi kebakaran sejak awal, terutama di lingkungan padat penduduk.

Sprinkler di Kota Bandung Jadi Strategi Pencegahan Dini

Farhan menegaskan, sprinkler bekerja seperti penjaga diam yang langsung menyemprotkan air begitu muncul titik api. Dengan sistem ini, warga bisa menekan risiko kebakaran sebelum api membesar dan menimbulkan kerugian.

“Sprinkler adalah sistem air bertekanan tinggi yang membantu warga dan mempercepat kerja tim pemadam. Kalau setiap RW memiliki sprinkler, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kerugian dapat diminimalkan,” ujar Farhan saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung.

Gagasan tersebut melanjutkan program Sprinkler Warga dan Kelurahan Tangguh Kebakaran dan Bencana yang Pemerintah Kota Bandung luncurkan pada 2021 di Kelurahan Karang Anyar. Program itu menggabungkan sprinkler dengan Kojing (kompa jinjing), alat pemadam portabel yang bisa dioperasikan oleh warga.

Langkah ini memperlihatkan bahwa ide sprinkler di tiap RW bukan rencana dadakan, melainkan bagian dari strategi mitigasi kebakaran yang terus dikembangkan Pemkot Bandung.

Tantangan dan Kunci Keberhasilan

1. Biaya dan Infrastruktur

Pemerintah Kota Bandung menilai pemasangan sprinkler membutuhkan jaringan pipa, pompa bertekanan, sensor, dan sumber air yang stabil. Di kawasan padat, akses air masih menjadi kendala utama. Karena itu, Pemkot berupaya menyiapkan pola kolaborasi dengan warga dan pihak swasta agar biaya tidak memberatkan RW.

2. Peran Linmas dan Warga

Farhan meminta Linmas dan warga aktif menjaga keamanan lingkungan. Mereka perlu memantau titik rawan kebakaran seperti dapur gas, kabel listrik, serta tempat penyimpanan bahan mudah terbakar. Dengan pengawasan rutin, potensi kebakaran bisa terdeteksi lebih cepat.

Ia juga mengingatkan bahwa alat tidak akan efektif tanpa kesadaran warga. “Kesiapsiagaan itu budaya. Sprinkler hanya alat, tetapi semangat siaga warga yang menentukan hasilnya,” ucapnya.

3. Edukasi dan Pelatihan

Pemkot Bandung memperkuat edukasi dan pelatihan agar warga mampu mengoperasikan dan merawat sprinkler dengan benar. Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana melatih perwakilan RW untuk memahami sistem kerja sprinkler serta langkah cepat saat terjadi kebakaran.

Dengan pelatihan rutin, warga dapat bertindak tepat bahkan sebelum petugas pemadam tiba.

4. Integrasi Sistem

Farhan juga menyiapkan integrasi sprinkler RW dengan jaringan pemadam kebakaran kota. Sistem ini memungkinkan petugas Damkar memantau lokasi sprinkler aktif secara real time. Dengan cara ini, petugas bisa segera bergerak menuju titik kebakaran tanpa kehilangan waktu.

Dampak Positif dan Harapan

Penerapan sprinkler di Kota Bandung di setiap RW diyakini akan memangkas waktu tanggap kebakaran. Air yang langsung menyembur dari sistem dapat menahan api sebelum menjalar ke rumah lain. Warga pun memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelamatkan diri dan barang berharga.

Selain itu, sprinkler meningkatkan rasa aman masyarakat. Warga tak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga memiliki kemampuan awal menanggulangi kebakaran. Budaya kesiapsiagaan ini akan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan warga Bandung.

Farhan berharap Bandung menjadi kota tangguh terhadap bencana. “Kami ingin Bandung menjadi kota yang siap dan selamat. Pemerintah bergerak, warga ikut terlibat,” katanya menutup pernyataan.

Kesimpulan

Program sprinkler di Kota Bandung membuka babak baru mitigasi kebakaran berbasis komunitas. Dengan sistem yang siaga di setiap RW, warga bisa menghadapi kebakaran dengan cepat dan terkoordinasi.

Keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Jika kolaborasi berjalan baik, maka sprinkler di Kota Bandung bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan upaya nyata yang menyelamatkan jiwa dan harta warga. (GPS)

Related Articles

Back to top button