Berita Bandung

Keracunan MBG di Lembang: Ratusan Korban, Termasuk Guru dan Siswa SD

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kasus keracunan MBG di Lembang kembali menghebohkan warga. Sedikitnya 201 orang, sebagian besar siswa sekolah dasar, harus mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi menu MBG. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan terus menyedot perhatian masyarakat serta otoritas kesehatan.

Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat, korban keracunan berasal dari beberapa sekolah dasar. Mereka mulai mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi jajanan ringan MBG pada Selasa (29/10) pagi. Beberapa korban bahkan sempat dirujuk ke rumah sakit karena kondisi memburuk.

Para korban berasal dari beberapa sekolah yakni pelajar di SMPN 4 Lembang, SDN 1 Cibodas, SDN 2 Cibodas, SMK PNC, SDN Buahbatu, dan SDN 1 Suntenjaya.

Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Ya, benar. Sekarang semua pihak terkait sedang menangani peristiwa tersebut,” ujarnya di Lembang.

Korban Terus Bertambah hingga Malam Hari

Hingga Selasa malam, jumlah korban keracunan MBG di Lembang terus bertambah. Menurut laporan Media Indonesia, korban tidak hanya berasal dari siswa, tapi juga beberapa guru yang turut mencicipi jajanan tersebut. Sebagian besar korban dirawat di Puskesmas Lembang dan rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari warga bernama Uun (53), hingga pukul 21.00 WIB sudah lebih dari 100 orang orang yang mengalami gejala serupa. “Jumlah pastinya saya tidak tahu, tapi pasti lebih dari 100 orang,” terang Uun kepada Lintas Priangan.

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada awal Oktober lalu, puluhan anak di wilayah yang sama juga mengalami keracunan MBG di Lembang. Kala itu, penyelidikan sempat dilakukan namun hasilnya belum diumumkan secara resmi. Kembalinya kasus serupa membuat masyarakat mempertanyakan pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Seorang guru di salah satu SD negeri di Lembang, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan korban bukan hanya dari siswa, tapi juga guru. “Ada beberapa guru yang menkonsumsi makanan tersebut, sama-sama jadi korban,” ucapnya.

Dinas Kesehatan Lakukan Penelusuran dan Edukasi

Menindaklanjuti kasus keracunan MBG di Lembang ini, Dinas Kesehatan bersama Satpol PP dan BPOM turun ke lapangan untuk mengumpulkan informasi dan data. Pemerintah juga meminta pihak sekolah memperketat pengawasan jajanan di kantin serta melarang sementara penjualan produk MBG hingga hasil uji laboratorium keluar.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak. “Keselamatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas. Kami minta seluruh camat dan kepala sekolah memperhatikan kebersihan serta keamanan makanan yang dijual di lingkungan sekolah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, sejumlah orang tua murid berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Mereka meminta pemerintah lebih tegas terhadap produsen makanan ringan yang tidak memiliki izin edar atau standar keamanan yang jelas.

“Anak saya sampai muntah-muntah semalaman. Kami takut kalau produk berbahaya masih dijual bebas,” kata Siti, orang tua siswa SD di Lembang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPOM Bandung masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan. Hasil resmi diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Kasus keracunan MBG di Lembang menjadi pengingat bahwa keamanan pangan sekolah harus mendapat perhatian serius. Anak-anak sekolah dasar merupakan kelompok yang paling rentan terhadap makanan berbahaya. Jika pengawasan longgar, insiden serupa bisa terus berulang. (GPS)

Related Articles

Back to top button