Jumlah Korban Keracunan MBG Cipongkor Lebih dari 1300!

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kasus keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat terus bertambah. Data terbaru mencatat jumlah korban keracunan MBG Cipongkor mencapai 1.315 orang hingga Kamis (25/9). Posko penanganan di Cipongkor dan Cihampelas melaporkan angka itu setelah menerima banyak tambahan data dari sekolah dan warga.
Sehari sebelumnya, Dinas Kesehatan Jawa Barat hanya mencatat 842 korban. Namun, laporan baru dari lapangan membuat angka melonjak drastis. Korban yang mayoritas pelajar mengeluhkan gejala serupa: mual, pusing, muntah, dan diare.
Situasi ini memaksa ratusan siswa keluar dari kelas lebih awal. Guru dan staf sekolah segera membawa murid yang sakit ke posko kesehatan. Orang tua berbondong-bondong menjemput anak mereka untuk memastikan kondisi lebih aman.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula digadang-gadang sebagai solusi gizi pelajar kini menuai kritik. Banyak warga menuding pengelola makanan abai terhadap standar kebersihan dan distribusi.
Respons Pemerintah dan Evaluasi MBG
Dinas Kesehatan Bandung Barat mengerahkan tim medis ke berbagai titik. Petugas memberikan obat sesuai gejala, memasang infus bagi pasien lemah, dan terus mencatat perkembangan kesehatan korban. Tim laboratorium juga langsung menguji sampel makanan MBG yang diduga menjadi pemicu.
Kepala Dinkes Bandung Barat menegaskan bahwa tim lapangan siap menambah tenaga bila jumlah pasien meningkat. Pemerintah daerah melibatkan BPOM serta Dinas Pendidikan untuk menelusuri dapur produksi dan jalur distribusi MBG.
Orang tua murid menuntut pemerintah menghentikan sementara program MBG. Mereka khawatir anak-anak kembali terpapar jika distribusi makanan berjalan tanpa perbaikan. Guru mendukung desakan itu karena aktivitas belajar sudah terganggu sejak kasus merebak.
Bupati Bandung Barat berjanji menindak siapa pun yang lalai. Ia menekankan bahwa program MBG harus memberi manfaat, bukan ancaman kesehatan. Menurutnya, evaluasi menyeluruh akan berjalan cepat agar warga kembali percaya pada program tersebut.
Dampak Sosial dan Harapan Warga
Lonjakan jumlah korban keracunan MBG Cipongkor mengguncang kehidupan masyarakat. Sekolah terganggu, warga resah, dan media sosial ramai membicarakan kasus ini. Sebagian warganet meminta pemerintah tetap melanjutkan MBG dengan pengawasan ketat. Sebagian lain justru menilai program ini terburu-buru tanpa persiapan matang.
Beberapa desa menolak distribusi paket MBG sebelum ada kepastian keamanan. Mereka menilai kesehatan anak lebih penting daripada sekadar pembagian makanan gratis.
Meski suasana penuh kekhawatiran, masyarakat tetap berharap program MBG tidak berhenti total. Warga percaya MBG bisa bermanfaat besar jika pemerintah memperbaiki standar pengolahan dan distribusi.
Jumlah korban keracunan MBG Cipongkor yang kini menembus 1.315 orang menjadi peringatan keras. Pemerintah wajib mengawal perbaikan agar program pangan bergizi benar-benar melindungi, bukan membahayakan. (AA)



