lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Krisis air bersih Ciamis masih menjadi persoalan warga di sejumlah wilayah hingga akhir Oktober 2026. Di Kecamatan Cisaga, bantuan air bersih disalurkan kepada masyarakat Dusun Cibelah, Desa Sidamulya, pada Kamis, 29 Oktober 2026, melalui kerja sama Polsek Cisaga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis.
Penyaluran tersebut berlangsung di RT 06 RW 03 Dusun Cibelah. Kegiatan dimulai pukul 11.50 WIB dan selesai sekitar pukul 12.15 WIB. Bantuan diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air rumah tangga, termasuk memasak, mencuci, dan konsumsi sehari-hari.
Krisis Air Bersih Ciamis Menjangkau 24 Kecamatan
Persoalan ketersediaan air bersih di Kabupaten Ciamis tidak hanya terjadi di Kecamatan Cisaga.
Data BPBD Kabupaten Ciamis hingga 20 Oktober 2026 mencatat sebanyak 85 kejadian kekeringan yang tersebar di 24 kecamatan, 85 desa, dan 191 dusun.
Dampaknya mencapai 23.251 kepala keluarga atau 66.421 jiwa. Angka tersebut menunjukkan luasnya wilayah masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani sebelumnya menjelaskan bahwa tingginya permintaan bantuan membuat proses distribusi air harus dilakukan secara bergiliran.
Hingga 20 Oktober, BPBD mencatat 61 titik masuk dalam daftar tunggu distribusi. Sebanyak 29 titik di antaranya belum menerima pengiriman air bersih.
BPBD mengoperasikan empat mobil tangki dan mendapat dukungan kendaraan dari sejumlah instansi, termasuk PMI, BBWS, dan PDAM. Meski demikian, kemampuan distribusi masih menghadapi kendala karena jumlah permintaan terus bertambah.
Kondisi tersebut membuat warga di sejumlah wilayah harus menunggu jadwal pengiriman bantuan.
Distribusi Air Bersih Menjadi Penanganan Jangka Pendek
Di Kecamatan Cisaga, penyaluran bantuan melibatkan Kapolsek Cisaga AKP Yaya Koswara bersama personel kepolisian dan petugas BPBD Kabupaten Ciamis.
Pihak kepolisian menyatakan pemantauan akan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk mengetahui apakah warga masih membutuhkan pasokan air bersih berikutnya.
Namun, informasi mengenai jumlah liter air yang disalurkan ke Dusun Cibelah, jumlah keluarga penerima, serta kondisi sumber air setempat belum dirinci dalam publikasi kegiatan tersebut.
Penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk penanganan langsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika sumber air mengalami keterbatasan.
Di sisi lain, meluasnya wilayah terdampak membuat ketersediaan armada dan pengaturan jadwal distribusi menjadi persoalan yang perlu diperhatikan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis sebelumnya juga menggelar salat istisqa pada 8 Oktober 2026 di Alun-Alun Ciamis. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 jamaah sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan.
Penanganan krisis air bersih Ciamis karena itu membutuhkan pemantauan berkelanjutan, terutama untuk memastikan wilayah yang sudah menerima bantuan tidak kembali mengalami kesulitan pasokan.
Kepastian mengenai kebutuhan distribusi lanjutan di Dusun Cibelah maupun titik-titik lain masih menunggu pembaruan data dari BPBD Kabupaten Ciamis. (NS/AS)







