lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak delapan pesilat Kota Tasikmalaya tercatat dalam kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Mereka dijadwalkan mengikuti pertandingan pencak silat pada 4–8 November 2026 di GOR Pajajaran Indoor A, Kota Bogor.
Data resmi panitia Porprov Jawa Barat mencatat Kota Tasikmalaya memiliki 354 atlet terverifikasi dari berbagai cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, delapan atlet berasal dari cabang pencak silat.
Delapan Atlet Pencak Silat Wakili Kota Tasikmalaya
Keikutsertaan delapan pesilat Kota Tasikmalaya menjadi bagian dari kontingen daerah yang berlaga dalam Porprov XV Jawa Barat.
Berdasarkan data panitia, cabang olahraga pencak silat mempertandingkan 22 nomor dengan total 236 atlet dari berbagai kontingen kabupaten dan kota.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 November 2026. Lokasinya berada di Kompleks GOR Pajajaran Indoor A, Kota Bogor.
Nomor yang dipertandingkan meliputi kategori seni jurus dan tanding berdasarkan kelas berat badan putra maupun putri.
Dengan jadwal tersebut, pesilat Kota Tasikmalaya akan menghadapi persaingan dengan atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Porprov Menjadi Ukuran Persaingan Antardaerah
Porprov XV Jawa Barat 2026 diikuti 27 kontingen kabupaten dan kota. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut menggunakan sejumlah lokasi pertandingan di Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, serta beberapa wilayah lainnya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya sebelumnya melepas kontingen daerah pada 26 Oktober 2026 di Alun-Alun Dadaha. Pelepasan dilakukan oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan sebagai bentuk dukungan kepada atlet yang akan bertanding.
Sementara itu, penyelenggaraan IPSI Cup XI di GOR Sukapura Dadaha pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 menjadi salah satu agenda kompetisi pencak silat di Kota Tasikmalaya menjelang pertandingan Porprov.
Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan IPSI Cup XI menjadi seleksi atau tahapan penentuan delapan atlet yang masuk kontingen Porprov. Karena itu, kedua kegiatan tersebut perlu ditempatkan sebagai agenda olahraga yang berlangsung berdekatan, bukan sebagai hubungan seleksi yang sudah terbukti. (NS/AS)







