Peringatan Maulid Nabi di Banjar Dimeriahkan Pawai Obor

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Warga Dusun Sukarahayu, Desa Waringinsari, Kecamatan Langgensari, Kota Banjar, menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w. yang meriah. Acara ini sekaligus diramaikan dengan Pawai Obor (Abid), sebuah tradisi tahunan yang dilakukan untuk merayakan anak-anak yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an atau Khatam.
Kegiatan ini berlangsung di DKM Baitul Muflihin dan dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Calon Wali Kota Banjar, Nana Suryana, yang memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Menurut Nana, tradisi Khatam Al-Qur’an memberikan motivasi besar bagi anak-anak untuk menyelesaikan bacaan Al-Qur’an mereka.
Ia juga menyampaikan bahwa kebanggaan yang dirasakan oleh anak-anak serta orang tua saat menyaksikan prosesi ini adalah salah satu dorongan utama agar anak-anak terus menuntut ilmu agama.
“Cukup dengan doa bersama di masjid, tradisi ini sangat memotivasi anak-anak yang belum khatam untuk segera menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, termasuk adik-adiknya.” kata Nana.
Ia menambahkan bahwa tradisi ini harus terus dipertahankan untuk melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlakul karimah. Menurutnya, membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dilakukan secara formal, tetapi juga harus diiringi dengan pemahaman agama dan ilmu yang baik.
Nana menegaskan, Ilmu tanpa agama berbahaya, dan agama tanpa ilmu juga percuma. Maka, keduanya harus berjalan seiring.
Calon Wali Kota Banjar itu juga menyampaikan doa agar anak-anak yang baru saja menyelesaikan Khatam Al-Qur’an dapat menjadi generasi yang sukses, berbakti kepada orang tua, dan berkontribusi bagi bangsa dan agama.
Selain Nana Suryana, Calon Wakil Wali Kota Banjar, Mujamil, juga hadir dan menyampaikan pendapatnya tentang Pawai Obor. Menurutnya, acara Abid atau Pawai Obor adalah tradisi yang sangat positif karena memberikan semangat bagi anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
“Pawai Obor adalah tradisi yang memotivasi anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an. Setelah mereka menyelesaikan hafalan, mereka diarak dengan penuh semangat, yang tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka,” kata Mujamil.
Mujamil menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bisa diterapkan di daerah lain karena sangat bermanfaat dalam mendorong anak-anak untuk lebih giat dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
Ia menyatakan bahwa meskipun tradisi Pawai Obor ini khas Langensari, tidak ada salahnya jika tradisi tersebut dikembangkan di seluruh Kota Banjar.
“Tradisi ini sangat bagus dan bisa diterapkan di daerah lain. Langensari memiliki tradisi ini sejak lama, tapi tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di tempat lain.” ucapnya.
BACA JUGA: Empat Paslon Wali Kota Banjar Dinyatakan Resmi Lolos Verifikasi Administrasi KPU Kota Banjar
Meskipun tradisi ini memerlukan biaya besar, Mujamil percaya bahwa masyarakat Langensari selalu siap mendukung kegiatan ini. Orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan semangat kepada anak-anak mereka agar terus termotivasi untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
“Tradisi ini bukan hanya bagus untuk anak-anak, tapi juga mempererat hubungan di antara masyarakat. Para orang tua sangat mendukung kegiatan ini, dan anak-anak pun lebih termotivasi.”pungkasnya.
Acara Pawai Obor dan Khotmil Quran di Langensari diharapkan bisa menjadi momentum penting untuk terus memupuk semangat generasi muda dalam mempelajari agama dan menjalankan nilai-nilai akhlakul karimah.



