Bencana Pergerakan Tanah di Cineam: Kemensos Turun Tangan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kemensos RI Berikan Bantuan untuk Korban Bencana Pergerakan Tanah di Cineam, Tasikmalaya
Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi saksi bencana alam yang mengubah kehidupan warganya secara drastis. Sejak awal Januari 2025, pergerakan tanah yang dipicu oleh tingginya curah hujan menyebabkan puluhan rumah rusak, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat lebih aman. Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) pun segera bertindak dengan menyalurkan bantuan senilai Rp. 292.927.000 guna meringankan beban para korban.
Skala Bencana dan Dampaknya
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, pergerakan tanah ini telah berdampak pada 55 rumah yang mengalami kerusakan berat dan 35 rumah rusak sedang. Selain itu, satu masjid dan dua bangunan madrasah turut terdampak, membuat aktivitas keagamaan dan pendidikan di wilayah tersebut terganggu.
Dampak bencana ini memaksa 265 jiwa dari 93 keluarga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke beberapa tempat yang lebih aman, seperti Balai Desa Cikondang dan GOR setempat. Keadaan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan makanan, perlengkapan tidur, dan fasilitas kesehatan darurat bagi para pengungsi.
Langkah Cepat Kemensos
Menanggapi bencana ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pihaknya segera mendistribusikan bantuan logistik melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. “Kami tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk barang, tetapi juga memastikan warga mendapatkan dukungan psikososial agar mereka bisa melewati masa sulit ini,” ungkap Saifullah Yusuf dalam keterangan resminya, Jumat (28/02/2025).
Bantuan yang diberikan Kemensos mencakup 600 paket makanan siap saji, 150 selimut, 75 kasur, 100 tenda gulung, 10 tenda keluarga portabel, satu toilet portabel, lima unit penjernih air, 50 paket family kit, serta 75 paket perlengkapan anak. Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi secara berkala.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Lembaga Sosial
Selain bantuan dari Kemensos, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya turut berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada korban. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Muhamad Zen, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya, untuk menyalurkan bantuan berupa ratusan kilogram beras, dan puluhan dus mi instan, serta kebutuhan pokok lainnya.
Sementara itu, BPBD Jawa Barat terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pergerakan tanah guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Tim BPBD juga telah melakukan asesmen lebih lanjut untuk menentukan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.
Analisis Ahli dan Langkah Pencegahan
Para ahli geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan bahwa struktur tanah di wilayah Cineam memang tergolong labil. Ditambah dengan curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir, kondisi ini semakin meningkatkan risiko pergerakan tanah.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pemerintah dan masyarakat diimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran akan potensi bencana dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih baik. Beberapa langkah yang disarankan oleh ahli meliputi relokasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan, pembuatan sistem drainase yang lebih baik, serta penghijauan untuk memperkuat struktur tanah.
Bencana pergerakan tanah di Cineam, Tasikmalaya, menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Respon cepat dari Kemensos RI dan sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, serta berbagai lembaga sosial telah memberikan harapan bagi para korban untuk segera bangkit dari keterpurukan.
Namun, tantangan ke depan masih besar. Selain upaya tanggap darurat, diperlukan kebijakan jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Diharapkan kejadian ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperbaiki sistem mitigasi bencana agar dampak serupa dapat diminimalisir di kemudian hari.
Masyarakat Indonesia diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam membantu sesama yang terdampak, baik melalui donasi, tenaga, maupun doa. Sebab, solidaritas dan kepedulian adalah kekuatan utama dalam menghadapi setiap ujian yang datang. (Lintas Priangan)



