Berita Tasikmalaya

Status Tanggap Darurat di Kota Tasikmalaya Diperpanjang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama lima hari ke depan (sampai tanggal 15 November 2025). Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi lintas instansi yang digelar , Senin (10/11/2025).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, H. Ucu Anwar, yang ditemui Lintas Priangan di ruang kerjanya, mengatakan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat ini mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan yang dinilai masih dinamis dan berpotensi meningkat. Berbagai laporan terkait bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, longsor, hingga rumah warga yang ambruk, terus berdatangan setiap hari dari sejumlah kecamatan.

“Rapat baru saja selesai tengah hari. Melihat situasi yang berkembang dan data yang terus bertambah, status tanggap darurat ini diperpanjang lima hari ke depan,” ujarnya.

Menurut Ucu, pertimbangan utama perpanjangan status ini adalah jumlah warga terdampak yang terus bertambah, serta adanya potensi cuaca ekstrem yang masih diprediksi berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan informasi BMKG yang menjadi acuan, kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mungkin terjadi, yang beberapa diantaranya diprediksi disertai angin kencang yang berpotensi memicu pohon tumbang dan tanah bergerak.

“Setiap hari selalu ada laporan tambahan. Ada pohon tumbang, ada longsor di titik tertentu, ada rumah warga yang roboh. Karena itu, kita belum bisa mengakhiri status ini sekarang. Masih terlalu berisiko,” kata Ucu.

Ia menegaskan bahwa perpanjangan ini merupakan keputusan bersama, bukan hanya BPBD. Lintas dinas terkait dalam Pemerintah Kota Tasikmalaya menyepakati bahwa kondisi saat ini perlu ditangani secara terpadu agar koordinasi tetap terjaga. Dengan status tanggap darurat yang masih berlaku, akses mobilisasi personel, logistik, dan penanganan cepat di lapangan dapat dilakukan tanpa hambatan administratif.

“Semua sepakat. Karena memang situasinya memerlukan kesiapsiagaan penuh. Kalau status ini dicabut duluan, justru akan menghambat pergerakan ketika ada laporan baru,” jelasnya.

BPBD juga terus melakukan pemetaan titik-titik rawan dan memperkuat koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, relawan, hingga komunitas masyarakat. Menurut Ucu, salah satu kunci dalam penanganan bencana hidrometeorologi adalah deteksi dini melalui laporan cepat dari masyarakat dan aparat wilayah. Dan mulai hari ini, BPBD membuka posko penanggulanan bencana di area Taman Kota.

“Masyarakat yang paling tahu kondisi di lingkungannya. Maka, laporan cepat itu sangat berharga. Begitu ada tanda-tanda atau kejadian, sampaikan. Kita bergerak,” katanya.

Di akhir keterangannya, Kalak BPBD Kota Tasikmalaya mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat hujan turun lebih dari 30 menit dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, dan wilayah dengan kontur tanah labil diminta waspada dan kalau perlu jangan ragu untuk segera mengungsi, terutama jika ada tanda-tanda retakan atau pergerakan tanah.

“Kita tidak ingin ada korban. Kalau hujan mulai deras, mohon waspada. Jangan memaksakan tetap tinggal di lokasi yang rawan. Keselamatan lebih penting,” tegasnya.

Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat ini, aktivitas penanganan, evakuasi, hingga pembersihan material bencana akan terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kerja sama antara warga dan petugas di lapangan dapat berjalan lebih optimal untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. (GPS)

Related Articles

Back to top button