Tajuk

Tak Kunjung Beri Keuntungan, Kinerja PDAM Ciamis Patut Dipertanyakan

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Kinerja PDAM Ciamis kembali menjadi sorotan setelah sejumlah data resmi menunjukkan belum adanya kontribusi keuntungan bagi pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, sebagai badan usaha milik daerah, PDAM tidak hanya memikul fungsi pelayanan publik, tetapi juga memiliki mandat untuk memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Ketika fakta fiskal dan dokumen audit dibaca secara berurutan, muncul pertanyaan mendasar: apa yang sebenarnya terjadi di tubuh PDAM Ciamis?


Kontribusi Berulang Kali Nol ke Daerah

Salah satu indikator paling sederhana untuk menilai kinerja badan usaha milik daerah adalah kontribusinya terhadap kas daerah. Dalam postur APBD Kabupaten Ciamis Tahun 2025 per Desember, terdapat pos “hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan”. Pos inilah yang mencerminkan setoran laba atau dividen dari BUMD, termasuk PDAM.

Namun data menunjukkan realisasi pada pos tersebut tercatat nol rupiah. Artinya, hingga akhir tahun anggaran 2025, pemerintah daerah belum menerima keuntungan apa pun dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Fakta ini berdiri sendiri, objektif, dan bersumber dari portal resmi keuangan daerah.

Kondisi tersebut menjadi semakin relevan jika dibaca sebagai kelanjutan dari kinerja tahun-tahun sebelumnya. Dalam dua dokumen audit terakhir atas laporan keuangan daerah, PDAM Ciamis tercatat belum mampu memberikan keuntungan kepada daerah. Dengan kata lain, bukan hanya pada 2025 kontribusi itu nihil, tetapi dalam dua tahun sebelumnya pun daerah belum merasakan manfaat finansial dari badan usaha air minum tersebut.

Bagi publik, terutama pembuat kebijakan, angka nol ini bukan sekadar statistik. Ia adalah sinyal. Sinyal bahwa ada sesuatu yang belum berjalan sebagaimana mestinya dalam pengelolaan BUMD strategis yang selama ini mendapat dukungan penuh dari APBD, baik melalui penyertaan modal maupun kebijakan tarif.

Halaman berikutnya:
Masalah Manajerial atau Alarm Lebih Serius?


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button