Hari Anak Nasional Dimeriahkan dengan Momen Haru di SDN 3 Gunung Lipung
Hari Anak Nasional menjadi momentum penuh makna di SDN 3 Gunung Lipung, Kota Tasikmalaya, ketika ratusan siswa membasuh kaki ibu mereka sebagai simbol cinta dan bakti.

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari Anak Nasional dimeriahkan SDN 3 Gunung Lipung dengan kegiatan membasuh kaki ibu yang penuh haru. Momen ini bagian dari Kurikulum 2025 dan program Tujuh Kegiatan Indonesia Hebat. Kegiatan ini memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan karakter luhur pada siswa. Dengan suasana emosional yang menyentuh, SDN 3 Gunung Lipung menghadirkan pendidikan karakter berbasis cinta kasih. Momentum Hari Anak Nasional ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata membentuk generasi unggul dan berakhlak mulia. Hari Anak Nasional dirayakan secara menyentuh dan mendalam.
Perayaan Hari Anak Nasional di SDN 3 Gunung Lipung
Suasana haru tak terbendung saat peringatan Hari Anak Nasional 2025 berlangsung di SDN 3 Gunung Lipung, Kota Tasikmalaya, pada Rabu pagi, 23 Juli 2025. Ratusan siswa berkumpul bersama orang tua mereka dalam kegiatan yang menggugah nurani: membasuh kaki ibu sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.
Tangis haru menyertai momen tersebut. Banyak anak dan orang tua yang saling berpelukan, tak mampu menahan air mata. Suasana menjadi semakin menyentuh saat beberapa orang tua dengan penuh cinta membawa makanan kesukaan anak-anak mereka.
Menurut Kepala SDN 3 Gunung Lipung, Euis Dahniati, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum 2025 yang menitikberatkan pada penguatan karakter dan nilai akhlakul karimah. Ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ini juga selaras dengan program nasional “Tujuh Kegiatan Indonesia Hebat”.
“Tujuan kami adalah membentuk karakter siswa sejak dini. Dengan kegiatan ini, mereka belajar nilai penghormatan terhadap orang tua, cinta kasih, dan ketulusan hati,” ungkap Euis kepada awak media.
Tak hanya menjadi agenda simbolis, kegiatan ini juga menandai kolaborasi erat antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Partisipasi orang tua yang hadir secara sukarela, menurut Euis, menjadi bentuk dukungan yang luar biasa terhadap proses pendidikan karakter di sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para orang tua. Kehadiran mereka memperkuat sinergi sekolah dan keluarga dalam mendidik anak-anak yang tangguh dan berbudi pekerti,” tambah Euis.
Yeni Restiani, salah satu wali murid, menyampaikan rasa harunya usai mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku membawa makanan favorit anaknya sebagai bentuk kasih spontan. “Saya ingin anak saya merasa diperhatikan. Dia senang sekali ketika saya bawakan makanan kesukaannya,” tuturnya sambil tersenyum.
Yeni pun berharap kegiatan serupa bisa terus berlangsung setiap tahun. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memperingati Hari Anak Nasional, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang tak ternilai bagi anak.
Di tengah era digital yang serba cepat, kegiatan seperti ini menjadi napas segar bagi dunia pendidikan. Pendidikan karakter yang menyentuh sisi emosional anak dianggap jauh lebih berkesan dibandingkan pembelajaran teori semata. SDN 3 Gunung Lipung membuktikan bahwa membentuk generasi saleh, kreatif, dan mandiri bisa dimulai dari momen sederhana namun sarat makna.
Dengan total 141 siswa pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menyentuh hati, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional. Semoga kehangatan yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi titik awal tumbuhnya karakter kuat dalam diri setiap anak Indonesia. (Lintas Priangan/AB)



