Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Cineam Tasikmalaya Sahur di Pengungsian

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Warga yang terdampak pergerakan tanah di Kampung Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, harus menjalani bulan Ramadan dalam kondisi yang penuh cobaan.
Di tengah upaya menjalankan ibadah puasa, mereka terpaksa sahur di pengungsian setelah rumah-rumah mereka rusak parah akibat bencana alam yang melanda kawasan tersebut.
Sejumlah warga yang kini mengungsi di tempat penampungan sementara mengungkapkan rasa haru dan kesedihan. Mereka harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Cikondang, Rosita, mengatakan bahwa sebagian besar warga kehilangan tempat tinggal, sementara sebagian lainnya merelakan harta benda mereka yang hancur. “Senang ada, sedih juga ada,” ujar Rosita kepada wartawan Minggu, 02 Februari 2025 dinihari.
Meski dalam keterbatasan, Rosita menambahkan bahwa warga tetap menjalankan ibadah puasa dengan semangat, meskipun jauh dari kenyamanan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ya minimal, warga sudah aman dievakuasi ke pengungsian. Mereka bisa makan bersama dan bercengkerama. Namun, tentu ini bukan situasi yang diharapkan siapa pun,” kata Rosita.
Saat ini, ada 45 kepala keluarga (KK) atau 121 jiwa yang mengungsi di tempat penampungan desa, sementara beberapa warga lainnya memilih mengungsi ke luar desa.
“Alhamdulillah, warga yang mengungsi di luar desa pun ikut sahur bersama di sini, termasuk para relawan,” tambahnya.
Pergerakan tanah yang melanda Desa Cikondang sejak akhir Januari 2025 ini semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Retakan tanah yang semula hanya beberapa sentimeter kini telah mencapai kedalaman 1 hingga 3 meter, menyebabkan sejumlah rumah rusak berat dan tidak dapat dihuni lagi.
Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 103 KK (271 jiwa) yang terdampak, dengan 88 KK (223 jiwa) telah dievakuasi. Sebanyak 43 KK (102 jiwa) berada di penampungan desa, sementara 45 KK (121 jiwa) mengungsi ke luar desa.
Sebanyak 11 KK (27 jiwa) masih bertahan di rumah mereka. Selain itu, 90 rumah warga terdampak, dengan 55 rumah rusak berat dan 35 rumah rusak sedang. Satu masjid dan dua madrasah juga rusak berat. Lahan perkebunan lebih dari 10 hektare juga terdampak bencana ini.
Pergerakan tanah ini tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur.
Beberapa ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran mengalami ambles dan retak, bahkan mulai merambah ke Desa Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Semangat kebersamaan dan rasa saling membantu di tengah bencana ini menjadi kekuatan bagi warga Kampung Margamulya untuk menghadapi cobaan.
“Kami berharap, dengan dukungan dari berbagai pihak, mereka bisa segera pulih dan kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya,” tambah Rosita.
Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau warga agar tetap waspada mengingat pergerakan tanah masih berlangsung dan curah hujan tinggi setiap hari setelah siang.
“Kami meminta warga tetap berhati-hati jika melintas atau berada di sekitar zona bencana. Tim relawan dan petugas terus melakukan pemantauan dan patroli untuk memastikan keselamatan warga,” tutup Rosita. (Lintas Priangan)



