Berita Tasikmalaya

Peringatan RSUD soal Child Grooming di Tasikmalaya Benar-Benar Terjadi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa yang ramai dibicarakan warga Tasikmalaya sejak Kamis–Jumat, 23 Januari 2026, bukan sekadar kontroversi konten media sosial. Video seorang konten kreator lokal yang melibatkan siswi SMA dengan narasi “pacar bayaran” memicu kecaman luas, kekhawatiran publik, hingga berujung pada laporan resmi ke Polres Tasikmalaya Kota. Dari ruang komentar media sosial, kasus ini bergerak cepat ke ruang hukum.

Gelombang reaksi itu bukan tanpa alasan. Konten tersebut dinilai melibatkan anak di bawah umur, memuat relasi timpang antara orang dewasa dan pelajar, serta menggunakan imbalan uang sebagai bagian dari narasi. Publik melihatnya bukan lagi sebagai hiburan, melainkan potensi child grooming, yakni manipulasi relasi yang kerap luput dikenali karena dibungkus candaan, konten, atau “setting”.

Baca berita terbaru: Klarifikasi Shandy Logay, Pembuat Video ‘Pacar 1 Jam’ di Tasikmalaya

Laporan wartawan pada 23 Januari 2026 malam mengonfirmasi bahwa tim kuasa hukum para korban telah melaporkan dugaan eksploitasi dan pelecehan anak ke kepolisian. Ketua Tim Kuasa Hukum Para Korban, Muhammad Naufal Putra, menyampaikan bahwa pengaduan tersebut diterima setelah dilakukan asesmen awal terhadap para pelapor melalui pendampingan lembaga terkait. Tercatat tiga korban telah melapor secara resmi, sementara sejumlah lainnya masih dalam proses pendampingan dan verifikasi. Fakta ini menegaskan bahwa video viral tersebut bukan berdiri sendiri, melainkan menjadi pemantik keberanian korban-korban lain yang sebelumnya memilih diam.

Di titik inilah publik Tasikmalaya mulai menyadari: peristiwa yang viral hari ini bukan kejadian tiba-tiba. Ada konteks yang lebih panjang sebelumnya. Dan ternyata, peringatan sudah pernah disampaikan lebih dulu.


1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button