Berita Tasikmalaya

Warga Tasik Korban TPPO, Minta Bantuan Wali Kota dan Bupati

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pemuda mengaku sebagai warga Tasikmalaya korban TPPO beredar luas di berbagai grup WhatsApp pada Rabu (24/12/2025). Video tersebut memantik perhatian publik, terutama karena para pemuda itu secara terbuka meminta bantuan kepada pemerintah, mulai dari Presiden RI hingga kepala daerah di Tasikmalaya.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 32 detik tersebut, tampak delapan orang pemuda berada di sebuah ruangan yang menyerupai kamar tidur. Mereka menyampaikan pernyataan secara bergantian dan kolektif, dengan nada serius dan penuh permohonan. Para pemuda itu mengaku berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, serta menyebut diri mereka sebagai korban TPPO yang sebelumnya diberangkatkan ke luar negeri.

Berdasarkan caption yang menyertai video, disebutkan bahwa pengirim video tersebut di antaranya berasal dari Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, serta beberapa daerah lain. Dalam keterangan itu juga disebutkan bahwa saat ini mereka berada di Kantor Perwakilan Republik Indonesia (KBRI) di Taiwan, setelah sebelumnya menjadi korban dugaan TPPO di Kamboja.

Dalam video yang beredar, para pemuda tersebut mengaku awalnya diiming-imingi gaji besar untuk bekerja di luar negeri. Namun, kenyataan yang mereka alami justru berbanding terbalik. Mereka menyebut mengalami kekerasan, hingga akhirnya berusaha melarikan diri dengan berbagai cara demi menyelamatkan diri.

“Sekarang kami ingin cepat pulang ke Indonesia. Kami sudah kehabisan bekal,” ujar salah satu pemuda dalam video tersebut.

Mereka juga menyampaikan bahwa proses penanganan melalui perwakilan Indonesia masih berjalan, namun kondisi mereka disebut semakin sulit karena keterbatasan logistik selama menunggu. Dalam video itu, mereka secara eksplisit meminta bantuan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolri, serta Wali Kota Tasikmalaya dan Bupati Tasikmalaya.


Hingga berita ini ditulis, Rabu (24/12/2025), kebenaran dan keabsahan isi video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Namun demikian, fakta bahwa video ini telah menyebar luas di platform WhatsApp, khususnya di kalangan wartawan dan warga Tasikmalaya, menjadi fenomena tersendiri yang patut dicermati.

Dari sisi visual, video tampak sebagai rekaman spontan menggunakan ponsel, tanpa editing, tanpa teks tambahan, dan tanpa narasi visual yang berlebihan. Lokasi pengambilan gambar terlihat sederhana, menyerupai ruang istirahat atau kamar tidur, dengan pencahayaan seadanya. Karakteristik ini membuat video tersebut dengan cepat menarik empati warganet, meski tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Kasus TPPO sendiri bukan isu baru, termasuk di wilayah Tasikmalaya. Dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum kerap mengungkap jaringan perekrutan tenaga kerja ilegal yang menjanjikan penghasilan tinggi ke luar negeri, namun berujung pada eksploitasi dan kekerasan terhadap korban.

Redaksi menekankan bahwa pemberitaan ini berfokus pada beredarnya video dan pesan yang disampaikan di dalamnya, bukan pada penetapan fakta hukum atas klaim para pemuda tersebut. Klarifikasi resmi dari pihak berwenang, baik dari KBRI, kepolisian, maupun pemerintah daerah, masih diperlukan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.

“Hal ini perlu kami sampaikan, mengingat ada sisi darurat yang perlu disegerakan,” jelas Asep Candra, Pemred Lintas Priangan.

Tentunya, sebagai media yang lahir dan tumbuh di Tasikmalaya, peredaran video ini sangat layak mendapat perhatian redaksi.

Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi resmi. (AS)

Related Articles

Back to top button