Kepergok Mabuk, Begini Jawaban Abu Nawas pada Raja

lintaspriangan.com, HIBURAN RAMADAN. Di antara sekian banyak kisah tentang kebaikan dan kecerdasan Abu Nawas, ada satu keburukan yang melekat pada dirinya. Abu Nawas dikenal gemar sekali minum anggur dan mabuk. Meski banyak orang sudah memperingatkannya, ia tetap saja tak bisa berhenti dari kebiasaan buruk tersebut. Bahkan, ketika Raja Harun Al Rasyid juga melarang ia menegak anggur, ia tak pernah kehilangan akal untuk berkelit.
Namun meski begitu, Abu Nawas selalu berusaha bersembunyi saat meminum anggur. Ada sedikit rasa takut jika kebiasaan buruknya itu diketahui oleh raja.
Namun malang, suatu saat saat ia sedang menikmati minuman haram itu, ia justru kepergok oleh salah seorang mata-mata raja. Si mata-mata tersebut segera bergegas menemui raja. Ia ingat, raja pernah berpesan, jika satu saat melihat Abu Nawas mabuk, segera kabarkan padaku, begitu kata raja.
Mendengar Abu Nawas lagi-lagi mabuk, Raja tersenyum sinis, dan langsung melangkahkan kaki untuk menemi Abu Nawas. Dalam hatinya ia berniat akan memberi pelajaran kepada Abu Nawas dengan hukum yang bisa membuat dia jera.
“Ketahuan kamu ya Abu Nawas, kamu mabuk lagi!” sergah Raja, setibanya di tempat Abu Nawas menegak anggur.
Kaget bukan kepalang, Abu Nawas segera menyembunyikan botol anggur yang sedang ia pegang ke belakang punggungnya.
“Anu Paduka, saya sedang minum susu. Bagaimana mungkin saya mabuk,” jawab Abu Nawas.
“Susu darimana, saya lihat tadi sekilas botolmu berisi cairan berwarna merah. Itu jelas anggur. Mana ada susu berwarna merah seperti itu,” jawab Raja, seraya meminta Abu Nawas memperlihatkan botol yang ia sembunyikan.
Bukan Abu Nawas namanya kalau ia tak bisa menghadapi situasi pelik seperti ini. Perlahan-lahan, ia perlihatkan botol anggur itu kepada Raja.
“Tuh, kan merah!” bentak Raja.
Abu Nawas seketika melihat botol yang ia pegang, lalu tiba-tiba memasang wajah kaget.
“Wah, kok bisa. Tuan Raja, ini susu, tadinya berwarna putih,” jawab Abu Nawas.
“Saya tahu, kenapa dia jadi berwarna merah,” sambung Abu Nawas.
“Kenapa jadi merah?” tanya Raja.
“Ia tadinya putih, namanya juga susu. Tapi saat tahu ada Paduka Raja di hadapan saya, dia jadi malu. Itu warna merah, karena dia malu bertemu Paduka,” ujar Abu Nawas.
Meski sedang emosi, Raja tak bisa menyembunyikan tawanya. Sambil geleng-geleng ketawa, ia lantas meninggalkan Abu Nawas seraya berkata pada pengawalnya.
“Aku akan pergi. Tunggu susu itu kembali berwarna putih setelah aku pergi. Jika tetap berwarna merah, penjarakan Abu Nawas!” ujar Raja, sembari tetap tertawa. (Lintas Priangan)



