SWAKKA Kritisi Rencana Diorama Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wacana pembangunan Diorama Kota Tasikmalaya dan Arboretum Bambu mulai mengemuka sebagai bagian dari arah baru pengembangan wisata edukasi di Kota Tasikmalaya. Pemerintah kota tengah menjajaki konsep tersebut melalui studi banding ke Diorama Nusantara di Kabupaten Purwakarta, sekaligus menyiapkan tahapan awal perencanaan.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, sebagaimana dimuat radartasik.id, menyampaikan bahwa rencana pembangunan diorama tersebut masih berada pada tahap awal berupa Feasibility Study (FS). Kajian kelayakan itu ditargetkan mulai disusun pada tahun ini sebagai dasar penentuan arah dan konsep pembangunan selanjutnya.
“Insya Allah tahun ini FS-nya dibuat. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai target,” ujar Diky, dikutip dari radartasik.id, Minggu (25/1/2026).
Rencana ini sontak memantik diskusi di ruang publik. Salah satunya datang dari SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), komunitas jurnalis dan kreator konten yang menilai arah kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam—bukan untuk menolak mimpi, tetapi untuk menguji kewarasannya.
Halaman berikutnya:
Kenapa Tidak Optimalisasi yang Ada?



