Bakti Sosial Polisi SIP 54.2 di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bakti sosial polisi dilakukan oleh siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 54.2 Setukpa Polda Jawa Barat di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, pada 19 Agustus 2025. Mereka turun langsung mendatangi rumah warga untuk membagikan paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lain. Kehadiran mereka disambut hangat karena bantuan ini sangat membantu di tengah kondisi ekonomi yang cukup berat.
Melalui kegiatan bakti sosial polisi ini, calon perwira menunjukkan pengabdian, membangun kedekatan, serta memperkuat silaturahmi dengan masyarakat. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi persoalan sosial. Aksi nyata ini menegaskan wajah humanis calon perwira yang peduli, dekat, dan berkomitmen melayani.
Kegiatan bakti sosial polisi tersebut berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025 siang. Para siswa SIP turun langsung mendatangi rumah-rumah warga atau dengan cara door to door untuk menyerahkan paket sembako. Aksi nyata itu tidak hanya sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi antara calon perwira polisi dengan masyarakat yang mereka layani.
Paket sembako yang dibagikan berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, serta kebutuhan rumah tangga lain. Warga menyambut hangat kedatangan mereka, banyak yang merasa lega karena bantuan tersebut meringankan beban di tengah kondisi ekonomi yang masih berat. Kehangatan tatap muka langsung menambah makna dari setiap langkah bakti sosial polisi ini.
Pengabdian untuk Masyarakat
Salah seorang siswa SIP Angkatan 54.2, Sartanu, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian. Ia menjelaskan bahwa bakti sosial polisi bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah komitmen. “Bakti sosial ini merupakan bentuk pengabdian kami sebagai calon perwira polisi,” kata Sartanu dalam keterangan persnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan. Dengan hadir di tengah masyarakat, siswa SIP berharap dapat menumbuhkan rasa dekat dan percaya. Mereka ingin membuktikan bahwa polisi tidak hanya hadir untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial.
Kegiatan ini sekaligus membangun ikatan emosional. Dari pintu ke pintu, para siswa SIP merasakan langsung denyut kehidupan warga. Setiap senyuman yang muncul menjadi bukti nyata bahwa bakti sosial polisi memberi manfaat, bukan hanya materi tetapi juga nilai kemanusiaan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memperlihatkan wajah baru calon perwira. Mereka menunjukkan bahwa polisi masa depan tidak hanya kaku dalam aturan, tetapi juga hangat dalam kepedulian. Dengan demikian, bakti sosial polisi yang digelar di Tasikmalaya menjadi simbol bahwa kepolisian mampu menjalin hubungan erat dengan masyarakat sejak dini. (Lintas Priangan/AB)



