Berita Tasikmalaya

Zero Dose di Tasikmalaya, Apaan Tuh?!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Program zero dose di Tasikmalaya kini menjadi perhatian serius. Apa yang dimaksud zero dose? Istilah ini merujuk pada anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar. Hingga awal Oktober 2025, ratusan anak di Kota Tasikmalaya masih belum mendapatkan layanan ini. Pemerintah Kota menargetkan capaian imunisasi minimal 90 persen pada akhir bulan.

Capaian Imunisasi Zero Dose di Tasikmalaya

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat, dari 1.193 anak sasaran, 766 anak sudah menerima imunisasi. Namun, 427 anak belum tersentuh layanan. Dengan capaian baru 64,21 persen, Pemkot mempercepat langkah untuk memenuhi target sesuai tenggat waktu.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, meminta semua pihak bergerak. Ia menegaskan camat, lurah, kader PKK, serta tenaga kesehatan harus turun langsung memastikan setiap anak memperoleh imunisasi.

“Zero dose di Tasikmalaya bukan tugas satu dinas. Semua elemen wajib terlibat agar tidak ada anak yang tertinggal,” tegas Viman.

Pemkot sudah melakukan sweeping ke wilayah yang belum tercakup. Petugas gencar menyosialisasikan manfaat imunisasi kepada orang tua dan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyakit menular. Evaluasi dan penguatan program berlangsung di Aula Bappelitbangda bersama Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian. Ia mengingatkan pentingnya imunisasi untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, serta penyakit lain yang mengancam anak-anak.

Tantangan dan Harapan

Program zero dose di Tasikmalaya menghadapi sejumlah tantangan. Sebagian orang tua masih menolak imunisasi karena takut efek samping. Ada juga keluarga yang belum memahami manfaat vaksinasi. Selain itu, sejumlah anak tertunda imunisasinya karena kondisi kesehatan saat jadwal pemberian vaksin.

Dinas Kesehatan mengerahkan kader dan relawan untuk mendata serta mengedukasi warga dari rumah ke rumah. Mereka juga menguatkan kampanye informasi melalui posyandu, tokoh masyarakat, dan media lokal. Strategi jemput bola diterapkan agar anak-anak yang berada di daerah sulit akses tetap mendapatkan layanan.

Pemerintah menargetkan peningkatan capaian setiap pekan. Pemantauan rutin dilakukan agar progres dapat terukur dan langkah korektif bisa segera diterapkan. Dengan strategi tersebut, Pemkot yakin angka imunisasi naik signifikan dalam waktu dekat.

Optimisme itu muncul karena seluruh pihak mulai bersinergi. Pemerintah menekankan, keberhasilan program tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari perlindungan nyata bagi generasi muda. Jika target 90 persen tercapai, maka program zero dose di Tasikmalaya akan menjadi tonggak penting dalam menjaga kesehatan anak-anak dan membangun generasi yang kuat di masa depan. (AC)

Related Articles

Back to top button