FPK Kabupaten Tasikmalaya Luncurkan Buku dan Perkuat Konsolidasi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Sarasehan Kebangsaan bertema “Menyulam Harmoni Menuju Tasik Maju, Tasik Era Baru” pada Senin (17/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Jeda Coffee & Eatery, Cisayong, itu dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari pengurus FPK Kabupaten Tasikmalaya dan para camat se-Kabupaten Tasikmalaya.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga menjadi momentum peluncuran buku saku “Menyulam Harmoni: Sosialisasi & Implementasi Forum Pembauran Kebangsaan” yang disusun oleh Ketua FPK Kabupaten Tasikmalaya. Buku tersebut diberikan kepada para peserta sebagai bahan rujukan untuk memperkuat pemahaman dan peran FPK di lapangan.
Dialog Kebangsaan untuk Perkuat FPK Kecamatan
Ketua panitia menjelaskan bahwa sarasehan ini digelar dengan dua tujuan utama. Pertama, sebagai wahana sosialisasi dan konsolidasi untuk mendorong pembentukan FPK di tingkat kecamatan sebagaimana diamanatkan Permendagri Nomor 34 Tahun 2006. Kedua, sebagai bentuk tasyakur atas lahirnya buku “Menyulam Harmoni”, yang diharapkan menjadi panduan praktis bagi para pemangku kepentingan.
Dalam sesi pemaparan, Plt. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tasikmalaya menegaskan pentingnya memandang perbedaan sebagai hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Ia mengingatkan kembali bahwa Indonesia terdiri dari 17.499 pulau, 1.340 suku bangsa, dan 742 bahasa daerah — sebuah mozaik keberagaman yang justru menjadi kekuatan.
“Beda itu biasa, bersatu itu niscaya,” ujarnya. Ia membandingkan Tanah Air dengan kawasan lain di dunia, di mana benua yang satu daratan saja bisa terbagi puluhan negara, sementara Indonesia yang terpisah ribuan pulau mampu berdiri sebagai satu kesatuan. Menurutnya, harmoni adalah kunci pembangunan karena mendorong gotong royong dan energi kolektif untuk bergerak maju.
Makna Persatuan dan Kesatuan Menurut Ketua FPK Jawa Barat
Sesi berikutnya diisi oleh Ketua FPK Provinsi Jawa Barat, Dr. (HC) Popong Otje Djundjunan. Dengan gaya komunikatif khasnya, Popong mengurai kembali makna persatuan dan kesatuan dalam konteks kebangsaan.
Persatuan, kata Popong, adalah pengakuan atas pluralitas. Ia menganalogikannya seperti taman bunga dengan beragam warna dan jenis—Sunda, Jawa, Bali, dan suku-suku lainnya adalah identitas yang harus dirawat. “Jurusnya adalah menjaga identitas masing-masing,” katanya.
Sementara itu, kesatuan dimaknai sebagai hal yang tunggal dan tidak bisa ditawar. Meski ratusan falsafah lokal hidup di tengah masyarakat, filosofi negara hanya satu, yaitu Pancasila. Panji daerah pun beragam, tetapi panji negara hanya satu: Merah Putih. Demikian pula ratusan bahasa daerah, tetapi bahasa negara tetap Bahasa Indonesia. Menurut Popong, penguatan kesatuan adalah tanggung jawab besar pemerintah melalui sistem pendidikan nasional.

Komitmen Camat dan Kehadiran Bupati Tutup Sarasehan
Sarasehan ini menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis. Sosialisasi mengenai urgensi pembentukan FPK kecamatan tersampaikan dengan baik, disertai komitmen para camat untuk mulai menyiapkan struktur FPK di wilayah masing-masing. Langkah konsolidasi awal juga disepakati untuk mendorong percepatan pembentukan FPK di seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.
Koordinasi antara FPK Kabupaten, Bakesbangpol, dan para camat pun semakin menguat setelah diskusi intensif yang berlangsung sepanjang kegiatan.
Menjelang penutupan, suasana acara semakin istimewa dengan hadirnya Bupati Kabupaten Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada FPK Kabupaten Tasikmalaya atas terselenggaranya sarasehan.
“FPK adalah bagian strategis dari upaya membangun harmoni. Tanpa harmoni, percepatan pembangunan tidak akan pernah berjalan maksimal,” ujarnya. Sang bupati juga mendorong agar pembentukan FPK kecamatan segera dituntaskan demi memperkuat rekatan sosial di tingkat lokal.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku “Menyulam Harmoni” kepada para camat sebagai simbol dimulainya gerakan pembauran kebangsaan yang lebih terstruktur di Kabupaten Tasikmalaya. (GPS)



