Dunia

Tiga Unit Bus Meledak, Tel Aviv Mencekam

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Pada Kamis malam, 20 Februari 2025, serangkaian ledakan mengguncang kota Bat Yam, pinggiran selatan Tel Aviv, Israel. Tiga bus kosong yang terparkir di lokasi berbeda meledak hampir bersamaan, memicu kekhawatiran akan serangan teroris terkoordinasi. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan, insiden ini menimbulkan kepanikan dan meningkatkan kewaspadaan keamanan di seluruh negeri.

Kronologi Kejadian

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat di sebuah tempat parkir di Bat Yam. Selang beberapa menit, dua ledakan lainnya menyusul di lokasi terpisah, salah satunya di Holon, kota tetangga Bat Yam. Semua bus yang terkena ledakan sedang tidak beroperasi dan dalam keadaan kosong. Polisi Israel menemukan lima bom identik dengan pengatur waktu; dua di antaranya berhasil dijinakkan sebelum meledak. Salah satu bom yang tidak meledak ditemukan di Holon.

Investigasi dan Tindakan Keamanan

Kepala Polisi Distrik Tel Aviv, Haim Sargarof, menyatakan bahwa bahan peledak yang digunakan memiliki kemiripan dengan yang berasal dari Tepi Barat. Namun, ia menolak memberikan rincian lebih lanjut. Polisi, bersama dengan unit penjinak bom, segera melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari barang mencurigakan lainnya dan mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh layanan transportasi umum di Israel, termasuk bus dan kereta api, dihentikan sementara untuk memungkinkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kemungkinan adanya perangkat peledak tambahan. Pengemudi bus diinstruksikan untuk memeriksa kendaraan mereka dengan cermat sebelum melanjutkan operasional. Menteri Transportasi, Miri Regev, memerintahkan otoritas transportasi publik untuk bekerja sama dengan polisi dan Shin Bet dalam memastikan keamanan seluruh moda transportasi.

Reaksi Pemerintah dan Militer

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menerima laporan berkala mengenai situasi ini dan mengadakan evaluasi keamanan segera setelah insiden terjadi. Sebagai tanggapan, ia menginstruksikan militer untuk memulai “operasi intensif” di Tepi Barat guna menanggulangi ancaman terorisme. Menteri Pertahanan, Israel Katz, menegaskan bahwa militer akan meningkatkan intensitas operasi di kamp-kamp pengungsi, khususnya di Tulkarem, yang diduga menjadi basis kelompok militan.

Konteks dan Implikasi

Insiden ini terjadi di tengah suasana duka di Israel, setelah Hamas mengembalikan jenazah empat sandera dari Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Ledakan bus ini mengingatkan pada serangan serupa yang terjadi selama Intifada Kedua pada awal 2000-an, meskipun serangan terhadap transportasi umum telah jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, insiden ini bertepatan dengan operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Tepi Barat, khususnya di kamp-kamp pengungsi seperti Tulkarem, Jenin, dan Nur Shams. Operasi tersebut telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina mengungsi dan menimbulkan ketegangan yang meningkat antara Israel dan kelompok-kelompok militan Palestina.

Respons Publik dan Internasional

Masyarakat Israel menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini, mengingat serangan terhadap transportasi umum dapat menimbulkan rasa tidak aman yang luas. Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, serta melaporkan segala aktivitas atau objek mencurigakan kepada pihak berwenang.

Di tingkat internasional, berbagai negara dan organisasi mengutuk serangan tersebut dan menyatakan solidaritasnya dengan Israel. Mereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan, serta mendorong upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan yang sedang berlangsung.

Serangkaian ledakan yang menghancurkan tiga bus di dekat Tel Aviv ini menyoroti kerentanan keamanan yang masih ada di Israel, meskipun upaya intensif telah dilakukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas. Pemerintah dan aparat keamanan Israel berkomitmen untuk mengidentifikasi dan membawa pelaku ke pengadilan, serta mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah insiden serupa di masa mendatang. Sementara itu, masyarakat internasional diharapkan dapat berperan dalam mendorong dialog dan solusi damai untuk mengatasi akar permasalahan yang memicu kekerasan di wilayah tersebut. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button