Berita Tasikmalaya

Waspada! Muncul Shadow Website DPRD Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Publik Kota Tasikmalaya patut meningkatkan kewaspadaan. Di tengah arus informasi digital yang makin cepat, muncul sebuah shadow website yang menampilkan diri seolah-olah sebagai Website DPRD Kota Tasikmalaya. Situs ini tidak hanya meniru nama dan tampilan, tetapi juga mengelola konten secara serius dan terstruktur, lengkap dengan data kelembagaan, berita, serta foto-foto profesional.

Yang membuat temuan ini penting bukan sekadar soal mirip-miripan, melainkan bagaimana identitas lembaga publik direpresentasikan tanpa otoritas yang jelas.

Website Resmi vs Website Abal-Abal DPRD Kota Tasikmalaya

Berdasarkan penelusuran, Website DPRD Kota Tasikmalaya yang resmi menggunakan domain pemerintahan: dprd-tasikmalaya.go.id. Sementara itu, ditemukan situs lain dengan alamat: dprdkotatasik.com.

Sekilas, nama domain tersebut tampak meyakinkan karena memuat kata “DPRD” dan “Kota Tasik”. Namun secara aturan tata kelola digital pemerintahan di Indonesia, lembaga negara dan DPRD hanya sah menggunakan domain .go.id. Domain .com adalah domain komersial dan tidak mewakili institusi pemerintah.

Perbedaan ini krusial, karena bagi publik awam, nama domain yang mirip sering kali dianggap cukup sebagai penanda keabsahan.

Identitas Domain Website Abal-Abal

Penelusuran teknis terhadap domain dprdkotatasik.com melalui layanan WHOIS menunjukkan sejumlah fakta penting yang patut dicatat secara terbuka:

Identitas pemilik domain disembunyikan.
Pada data WHOIS, kolom pendaftar (registrant) tidak menampilkan nama individu maupun institusi, melainkan menggunakan layanan privacy protection dengan keterangan “Withheld for Privacy”. Artinya, pemilik domain secara sadar memilih menyembunyikan identitasnya dari publik.

Alamat pendaftaran berada di luar negeri.
Data WHOIS mencantumkan lokasi pendaftar di Reykjavik, Islandia, yang menunjukkan penggunaan penyedia layanan privasi internasional. Untuk ukuran lembaga publik daerah, praktik ini tidak lazim dan bertolak belakang dengan prinsip transparansi.

Tidak ada afiliasi kelembagaan yang jelas.
Berbeda dengan domain resmi pemerintah yang biasanya mencantumkan nama instansi secara eksplisit, domain ini tidak menunjukkan keterkaitan administratif dengan DPRD Kota Tasikmalaya.

Dalam konteks pemerintahan, data WHOIS yang terbuka justru menjadi bagian dari akuntabilitas digital. Ketika sebuah situs mengklaim atau menampilkan diri sebagai lembaga publik, tetapi identitas domainnya disamarkan, muncul pertanyaan mendasar tentang legitimasi.

Konten Aktif dan Terstruktur, Bukan Situs Iseng

Hal lain yang membuat keberadaan situs ini patut dicermati adalah keseriusan pengelolaannya. Penelusuran ke berbagai menu menunjukkan bahwa hampir seluruh halaman telah diisi konten, antara lain:

  • Halaman daftar anggota DPRD
  • Menu Komisi I hingga Komisi IV
  • Rubrik berita kelembagaan
  • Dokumentasi visual dengan foto-foto yang tampak profesional

Ini menandakan bahwa situs tersebut bukan domain parkir, bukan halaman kosong, dan bukan proyek coba-coba. Dibutuhkan waktu, sumber daya, dan perencanaan untuk mengisi seluruh struktur lembaga dengan konten yang rapi dan konsisten.

Dalam istilah teknologi informasi, pola seperti ini dikenal sebagai digital impersonation atau shadow website kelembagaan, yakni situs nonresmi yang membangun representasi paralel dari institusi resmi. Risiko terbesarnya adalah pengaburan sumber informasi, di mana publik sulit membedakan mana pernyataan sah lembaga dan mana yang tidak.

Risiko bagi Publik dan Urgensi Klarifikasi

Keberadaan shadow website yang menyerupai Website DPRD Kota Tasikmalaya bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan rakyat. Dalam ekosistem digital, website adalah wajah resmi lembaga. Ketika wajah itu digandakan, potensi kesalahpahaman terbuka lebar.

Tanpa klarifikasi resmi, publik berisiko:

  • Menganggap konten nonresmi sebagai sikap DPRD
  • Menyebarkan informasi dari sumber yang keliru
  • Kehilangan kepastian soal kanal komunikasi lembaga

Karena itu, masyarakat Kota Tasikmalaya disarankan hanya merujuk pada Website DPRD Kota Tasikmalaya dengan domain resmi .go.id. Pemeriksaan sederhana terhadap alamat situs menjadi langkah awal literasi digital yang penting.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di era digital, identitas lembaga negara harus dijaga tidak hanya di gedung dan dokumen resmi, tetapi juga di ruang siber. Ketika tiruan hadir dengan kemasan yang meyakinkan, kewaspadaan publik dan respons institusi menjadi kunci—sebelum kebingungan berubah menjadi krisis kepercayaan. (AS)

Related Articles

Back to top button