Begini Rekayasa Lalu Lintas Kota Tasikmalaya di Malam Tahun Baru

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Perayaan malam pergantian tahun selalu menjadi momen yang ditunggu warga. Jalanan ramai, pusat kota penuh, dan hitung mundur detik-detik pergantian tahun kerap membuat mobilitas meningkat tajam. Namun di balik euforia itu, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian: rekayasa lalu lintas yang diberlakukan demi keamanan dan ketertiban bersama.
Pada Malam Tahun Baru 2026, Polres Tasikmalaya Kota akan menerapkan Rekayasa Lalu Lintas Kota Tasikmalaya di sejumlah ruas jalan utama. Kebijakan ini bukan sekadar pengalihan arus, melainkan bagian dari skema pengamanan menyeluruh untuk memastikan perayaan berlangsung aman, tertib, dan minim kemacetan.
Bagi warga yang berencana keluar rumah, baik untuk merayakan pergantian tahun, berkunjung ke keluarga, maupun sekadar melintas, informasi ini penting untuk diketahui sejak awal. Salah langkah memilih rute, bukan tidak mungkin perjalanan yang harusnya singkat justru berubah jadi panjang dan melelahkan.
Rekayasa Lalu Lintas Kota Tasikmalaya Dimulai Sejak Sore
Berdasarkan informasi resmi yang disosialisasikan kepolisian, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga 01.00 WIB. Waktu ini dipilih karena arus kendaraan biasanya mulai meningkat sejak sore hari, terutama di kawasan pusat kota.
Beberapa titik yang menjadi perhatian utama adalah ruas jalan yang selama ini dikenal padat, khususnya Jl. HZ. Mustofa hingga kawasan Tugu Asmaul Husna. Pada jalur ini, penutupan dan pengalihan arus sudah mulai diterapkan sejak pukul 16.00 WIB. Sementara itu, penutupan lanjutan dari Tugu Asmaul Husna menuju Simpang Padayungan akan dimulai pada pukul 21.00 WIB, menyesuaikan dengan puncak aktivitas warga pada malam hari.
Dalam skema Rekayasa Lalu Lintas Kota Tasikmalaya ini, petugas telah menyiapkan jalur-jalur alternatif yang bisa digunakan pengendara. Rambu penunjuk arah, peta pengalihan, serta kehadiran personel di lapangan menjadi panduan utama agar arus kendaraan tetap bergerak, meski tidak melalui jalur biasanya.
Bagi warga yang sehari-hari melintas di pusat kota, perubahan ini tentu membutuhkan penyesuaian. Namun, rekayasa ini dirancang agar kepadatan tidak menumpuk di satu titik dan risiko kecelakaan bisa ditekan.
Imbauan untuk Warga: Atur Waktu, Pilih Rute, Tetap Tertib
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di ruas jalan yang sudah ditutup. Mengatur waktu perjalanan menjadi kunci, termasuk mempertimbangkan berangkat lebih awal atau memilih jalur alternatif yang telah disiapkan.
Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas Kota Tasikmalaya. Petugas tidak hanya bertugas mengatur kendaraan, tetapi juga memastikan keselamatan pengendara dan pejalan kaki di tengah lonjakan aktivitas malam tahun baru.
Di sisi lain, warga diharapkan tetap menjaga ketertiban dan tidak berhenti sembarangan di badan jalan, terutama di sekitar pusat keramaian. Sedikit disiplin dari masing-masing pengguna jalan akan sangat membantu menciptakan suasana yang kondusif.
Pada akhirnya, rekayasa lalu lintas ini bukan untuk membatasi ruang gerak warga, melainkan untuk melindungi semua pihak. Malam Tahun Baru adalah momen bersama, dan kelancaran lalu lintas menjadi bagian penting agar pergantian tahun bisa dinikmati tanpa stres, tanpa macet panjang, dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Dengan memahami dan mengikuti Rekayasa Lalu Lintas Kota Tasikmalaya, warga diharapkan dapat merayakan Malam Tahun Baru 2026 dengan rasa aman, nyaman, dan tetap tertib—karena pergantian tahun seharusnya membawa harapan, bukan klakson tanpa henti. (AS)



