Tajuk

Banyak Website SKPD Kota Tasikmalaya yang Hidup Enggan Mati pun Sungkan

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Di era digital seperti sekarang, website SKPD seharusnya menjadi wajah Pemerintah Kota Tasikmalaya di dunia maya. Tempat transparansi dan komunikasi yang efektif kepada publik. Banyak yang bilang, website adalah cermin atau wajah sebuah lembaga di dunia digital.

Tapi sayangnya, saat Lintas Priangan mencoba menelusuri website SKPD di Kota Tasikmalaya, hasilnya cukup mengkhawatirkan. Banyak website yang mati suri, gagal berkembang, bahkan ada yang tak pernah benar-benar “lahir” ke dunia digital. Kami mencoba mengelompokkan website SKPD Tasikmalaya ke dalam lima kategori berikut.

Sebelum masuk ke pengelompokan, perlu diketahui bahwa alamat website SKPD yang kami kunjungi awalnya kami dapatkan dari menu Subdomain di website resmi Pemkot Tasikmalaya. Tapi dari sana hanya ada 13 Dinas/Badan dan 10 Kecamatan. Karena itu, kami tambahkan 3 website hasil penelusuran sendiri, yakni Dinas Pendidikan, DPRD Kota Tasikmalaya, dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata.

Disclaimer dulu nih, kalau ternyata ada alamat website SKPD yang tidak tepat atau tidak kami temukan, kami sudah berusaha merujuk pada referensi website resmi Pemkot Tasikmalaya.

Lalu, berdasarkan intensitas dan kualitas update berita serta informasi, website-website tersebut kami klasifikasikan dalam lima kategori:

1. Web Hidup
Ini adalah website yang benar-benar aktif dan rutin memperbarui konten. Hanya satu website SKPD yang masuk kategori ini, selain website Pemkot Tasikmalaya tentu saja. Yakni website DPRD Kota Tasikmalaya. Meski baru aktif sejak Mei 2025, website ini mulai rajin posting banyak konten per hari.

Namun sayangnya, kontennya masih didominasi galeri foto dengan informasi setipis caption. Misalnya, tentang Rapat Kerja Komisi I dengan Inspektorat dan BKPSDM hanya berisi beberapa foto tanpa penjelasan apa pun mengenai isi rapat tersebut. Padahal jika dibuat berita lengkap minimal straight news, tentu akan sangat bermanfaat bagi publik.

2. Bertahan Hidup
Kategori ini mencakup website yang update kontennya 1 sampai 3 kali dalam sebulan. Website Dinas Kominfo, Dipusipda, Disdik, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) masuk kategori ini. Meskipun kualitas redaksi masih seadanya dan banyak tulisan tidak sesuai pedoman PUEBI, setidaknya mereka masih berusaha hadir di dunia maya secara berkala.

3. Hidup Enggan, Mati Sungkan
Website Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan, DPMPTSP, dan Dinas Kesehatan termasuk dalam kategori ini. Entah kemana mereka, rumah mereka di dunia maya sepertinya sengaja mereka telantarkan begitu saja. Terakhir mereka posting satu tahun lalu. Mungkin kesibukan mereka membuat lupa bahwa website juga perlu diperbarui secara berkala.

4. Batal Hidup
Kategori ini lebih memprihatinkan lagi. Website Bakesbangpol, Disporabudpar, dan Dikukmperindag pernah lahir, lalu mati suri tanpa kabar atau informasi lanjutan. Padahal kalau dilihat dari bidang garapan, justru ketiga dinas ini sangat butuh media website. Tapi malah seperti bayi prematur yang tidak sempat tumbuh dan berkembang. Deudeuh…

5. Gagal Hidup
Kategori paling menyedihkan adalah semua website kecamatan di Kota Tasikmalaya. Mereka memiliki subdomain, mereka pernah diharapkan hadir, tapi kemudian tak pernah lahir. Kalau kata Bu Bidan, ini termasuk kasus fetal death, janin yang meninggal dalam kandungan. Mengenaskan.

Lucu nih. Ada beberapa website yang memuat section atau widget berisi sambutan Kepala SKPD atas terbitnya website mereka. Dan pasti, salah satu pernyataan dalam sambutan tersebut berbunyi: “Semoga masyarakat bisa memanfaatkan informasi yang kami sediakan di website ini”.

Tapi postingna sataun ngan dua kali!

Sejatinya, update konten website adalah pekerjaan ringan yang tak menyita banyak waktu. Untuk satu kali posting saja, biasanya tak perlu sampai 30 menit. Dengan jumlah personil yang seharusnya memadai, akses internet yang cepat, serta dukungan sumber daya dan regulasi, tidak ada alasan website SKPD harus mati suri. Ini soal niat dan komitmen, bukan masalah teknis.

Website yang mati berarti informasi juga mati. Jika SKPD tidak aktif mengomunikasikan berita dan informasi resmi melalui website, maka publik kehilangan akses ke sumber yang valid dan akurat. Akibatnya, masyarakat mudah terpancing gosip dan informasi hoaks karena lembaga yang berwenang belum mampu menyediakan informasi yang aktual dan faktual.

Digitalisasi tanpa update website hanyalah jargon kosong. Di banyak kota lain, digitalisasi diwujudkan dengan website aktif dan transparan. Namun di Tasikmalaya, banyak website SKPD justru berubah menjadi “kuburan digital” yang sunyi dan terlupakan, lalu menunggu untuk diresmikan jadi museum digital.

Ayo dong, SKPD Kota Tasik! Malu lho sama wali kota yang baru, beliau lulusan Institut Teknologi Telkom!

“Lintas Priangan cuma doyan kritik, tanpa bisa kasih solusi!”

Ok. Kalau ada SKPD yang benar-benar butuh bantuan, pintu Lintas Priangan terbuka lebar. Kami siap membantu melatih personil SKPD membuat berita berkualitas. Insha Alloh, cukup satu kali pertemuan, personil SKPD akan bisa memproduksi berita kurang dari 10 menit. Dan, beritanya insha Alloh berkualitas, memenuhi standar PUEBI dan kaidah-kaidah jurnalistik.

“Tapi anggaranna teu aya, Kang!”

Kalau memang tidak ada, mau gimana lagi. Lintas Priangan siap gratisan! Jangankan cuma berbagi pengalaman tentang produksi berita cepat, Andai diminta membantu membangun website kecamatan secara gratis pun kami siap, demi Tasikmalaya tempat kami berada.

Sebagai tambahan, survei APJII tahun 2024 menyebutkan pengguna internet Indonesia sudah hampir mencapai 80%. Dan salah satu karakter pengguna internet adalah mereka mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka temukan di dunia maya.

Artinya, kalau lembaga Anda cuma hadir seadanya di dunia maya, percayalah, itu sama saja dengan harakiri paling sengaja yang Anda lakukan!

(Lintas Priangan)

Related Articles

Back to top button