Nasional

Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek Sabtu Ini, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Siaga

BMKG Jabodetabek hujan lebat disertai petir dan angin kencang, warga diminta waspada terutama sore hingga malam hari.

Cuaca Jabodetabek Diprediksi Tidak Stabil, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

lintaspriangan.com, Berita Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek pada Sabtu, 1 November 2025. Lembaga ini meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Dalam laporan resmi yang diterbitkan melalui laman dan aplikasi InfoBMKG, disebutkan bahwa kondisi cuaca pada Jumat malam, 31 Oktober 2025, masih relatif tenang dengan peluang hujan ringan di sejumlah titik Jakarta dan kota penyangga. Namun situasi diprediksi berubah drastis pada hari berikutnya.

Memasuki Sabtu dini hari, langit di kawasan BMKG Jabodetabek hujan akan didominasi awan tebal. Potensi hujan ringan diperkirakan melanda Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi.

BMKG memperkirakan, pagi hari masih akan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Namun menjelang siang, curah hujan akan meningkat. Beberapa wilayah seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi berpeluang mengalami hujan ringan sebelum meningkat intensitasnya pada sore hingga malam hari.

“Pada Sabtu siang hingga malam, kami memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek. Fenomena ini bisa disertai kilat atau petir serta angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.


Suhu Udara dan Kelembapan Tinggi, Cuaca Tak Menentu Sepanjang Hari

Data BMKG menunjukkan suhu udara di wilayah Bogor berkisar antara 20 hingga 28 derajat Celsius. Sementara itu, Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan memiliki suhu antara 24 hingga 30 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan udara juga berada pada kisaran tinggi, antara 80 hingga 100 persen. Arah angin dominan berasal dari Timur Laut menuju Barat Daya dengan kecepatan antara 5 hingga 25 kilometer per jam. Kondisi ini, menurut BMKG, menjadi salah satu pemicu potensi BMKG Jabodetabek hujan yang lebih intens di sejumlah titik.

BMKG menilai bahwa faktor suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Jawa bagian barat turut memperkuat pembentukan awan konvektif. Fenomena ini dapat meningkatkan potensi hujan dengan durasi cukup panjang disertai kilat dan angin kencang.

“Situasi atmosfer di wilayah barat Jawa saat ini cukup labil. Warga diimbau untuk berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya pada sore hingga malam hari,” ujar peringatan BMKG dalam laman resminya.


BMKG Imbau Warga Pantau Informasi Cuaca Resmi

BMKG meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan cuaca, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan air atau berdekatan dengan pohon besar. Petugas juga mengingatkan agar kegiatan di luar ruangan disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG seperti situs cuaca.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, akun media sosial @infoBMKG, dan call center 196.

Lembaga ini menegaskan pentingnya akses informasi cepat agar warga dapat mengambil langkah antisipatif terhadap BMKG Jabodetabek hujan yang berpotensi meningkat dalam waktu singkat.

Cuaca ekstrem, menurut BMKG, merupakan fenomena yang dapat muncul akibat perubahan pola sirkulasi angin regional dan pengaruh dinamika atmosfer global seperti Madden Julian Oscillation (MJO). Walau bersifat sementara, dampaknya dapat signifikan jika terjadi bersamaan dengan peningkatan kelembapan dan suhu hangat di permukaan laut.

“Penting bagi masyarakat untuk tetap siaga dan tidak panik. Kami terus memantau kondisi atmosfer dari waktu ke waktu untuk memastikan informasi cuaca tersampaikan secara akurat,” ungkap BMKG.


Kondisi Langit Jabodetabek Menuju Akhir Pekan

Menjelang akhir pekan, situasi cuaca di kawasan metropolitan diperkirakan fluktuatif. Aktivitas warga Jabodetabek yang padat, terutama di pusat kota dan kawasan industri, perlu memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

Baca juga: Banjir Bandang di Sukaratu, Satu Rumah Rusak Berat dan 29 Jiwa Terdampak

Para pengendara diimbau mengatur waktu perjalanan dan menghindari jalanan yang rawan tergenang air. BMKG juga menyarankan agar masyarakat memastikan saluran air di lingkungan sekitar berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan.

Dengan tingkat curah hujan yang tinggi, kewaspadaan terhadap risiko banjir dan pohon tumbang menjadi hal yang penting. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyiagakan petugas lapangan untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem ini.

BMKG Jabodetabek hujan diprediksi meningkat pada Sabtu sore hingga malam. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan petir, serta terus pantau informasi cuaca resmi.

BMKG Jabodetabek hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Warga diminta tetap waspada dan pantau informasi cuaca terkini. (MD)


Related Articles

Back to top button