Banjir Bandang di Sukaratu, Satu Rumah Rusak Berat dan 29 Jiwa Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penanganan pascabencana Banjir Bandang di Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, terus dilakukan tim gabungan dari Tagana, BPBD, dan Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Setelah banjir melanda Kampung Batubuluh RT 04 RW 05, Desa Linggajati, pada Jumat (31/10/2025) sore, tim gabungan bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan kerusakan lanjutan.
Data terbaru yang diperoleh Lintas Priangan dari Tagana Kabupaten Tasikmalaya mencatat bahwa sebanyak 9 rumah terdampak, dengan 1 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat akibat terjangan air. Total ada 12 Kepala Keluarga (KK) atau 29 jiwa yang terdampak langsung dari kejadian tersebut.
Air bah yang datang tiba-tiba membuat warga tak sempat menyelamatkan banyak barang. Luapan air masuk melalui pintu dan jendela rumah, membawa material lumpur dari arah saluran selokan yang jebol. Kondisi selokan yang sudah lama mengalami penyempitan diduga menjadi salah satu faktor banjir semakin parah.
Tim Gabungan Berjibaku di Lapangan
Sesaat setelah laporan diterima, tim gabungan Tagana bersama BPBD dan Damkar langsung menyisir rumah-rumah terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak. Tim kemudian membantu evakuasi warga yang tinggal di rumah paling dekat dengan titik jebol. Selain itu, petugas membuat alur pembuangan sementara agar air bisa cepat surut.
Area tanggul dan selokan yang jebol kini menjadi perhatian utama untuk penanganan lanjutan. Pemeriksaan struktur akan dilakukan untuk memastikan kondisi layak sebelum hujan kembali turun.
Namun sementara, tim gabungan terlihat lebih memprioritaskan dulu pembersihan aliran air dan lumpur bawaan banjir.
Warga Mulai Kembali ke Rumah
Meski banjir sudah surut dan aktivitas pembersihan berlangsung sejak malam kejadian, sejumlah warga masih memilih tinggal sementara di rumah kerabat. Namun, sebagian besar sudah kembali menempati rumah masing-masing setelah kondisi dinilai cukup aman.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga kini masih dalam pendataan untuk menentukan kebutuhan bantuan lanjutan. Lumpurnya juga cukup tebal, sehingga butuh beberapa hari untuk pembersihan total.
Selokan Jebol Jadi Sorotan
Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa selokan di Batubuluh kerap tidak mampu menampung air saat hujan deras. Kondisinya yang sempit dan beberapa bagian yang retak membuatnya mudah jebol ketika debit air meningkat.
Peristiwa banjir bandang di Sukaratu ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama untuk memperkuat infrastruktur pengendalian air agar kejadian serupa tidak terulang. (GPS)



