Berita Tasikmalaya

Ketua FPK Kab Tasikmalaya Usul Tenaga Magang ke Luar Negeri Dibekali Wawasan Kebangsaan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Tasikmalaya, Deni Daelani, S.H., M.I.Kom., memberikan perhatian serius terhadap program magang ke luar negeri yang saat ini tengah dijalankan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya. Program yang kabarnya memiliki tagline “One Migrant One Village” ini ditujukan untuk membantu pemuda Tasikmalaya mendapatkan kesempatan magang di Jepang, dengan target peserta segmen pemuda, yang berusia antara 18 hingga 26 tahun.

Dalam program ini, peserta magang yang berhasil akan diterbangkan ke Jepang untuk bekerja di sana. Gajinya cukup menggiurkan, sekitar 15 hingga 20 juta rupiah per bulan. Namun, sebelum dapat mengikuti program ini, semua calon peserta harus melewati serangkaian proses seleksi dan diklat yang diselenggarakan oleh DPMPTSPTK Kabupaten Tasikmalaya.

Deni Daelani menyambut baik program ini, namun dalam wawancaranya dengan Lintas Priangan pada Sabtu (14/06/2025), ia sangat berharap, agar para peserta magang tidak hanya dibekali dengan pelatihan yang berorientasi pada negara tujuan, seperti bahasa Jepang dan pengenalan budaya Jepang. Menurut Deni, penting juga untuk membekali para pemuda dengan materi-materi wawasan kebangsaan.

“Ketika mereka tiba di negara tujuan, mereka akan berinteraksi dengan beragam kultur yang baru. Karena itu, penting bagi mereka untuk tetap memiliki landasan nasionalisme dan patriotisme yang kokoh. Meskipun mereka mencari nafkah di luar negeri, rasa cinta pada tanah air harus tetap terjaga,” ujar Deni.

Deni menambahkan, dalam materi wawasan kebangsaan, pasti dibahas tentang ideologi Pancasila. Menurutnya, Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat universal dan bisa diterima oleh bangsa manapun. Artinya, ketika para peserta magang dibekali nilai-nilai universal ini, mereka bukan sekedar mampu menjaga identitas kebangsaannya, tapi juga mampu beradaptasi dan menghargai budaya negara lain.

“Misal nilai ketuhanan, dalam Pancasila kita diajarkan bagaiman toleransi, tidak boleh memaksakan kehendak dan ibadah. Atau nilai kemanusiaan yang ada pada sila kedua, sebagai bangsa Indonesia, kita sudah terbiasa menghargai hak asasi dan tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan SARA. Ini bisa jadi bekal para pekerja di luar negeri, sekaligus menunjukkan bagaimana cara pandang dan budaya bangsa kita,” tambah Deni.

Lebih lanjut, Deni mengusulkan agar DPMPTSPTK Kabupaten Tasikmalaya menjali koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya, sebagai lembaga yang menguasai bidang wawasan kebangsaan.

Dengan adanya wawasan kebangsaan yang kuat, Deni berharap para pemuda ini bisa membawa nama baik Kabupaten Tasikmalaya di luar negeri, sekaligus menjaga integritas bangsa Indonesia di tengah keberagaman budaya dunia.

Di akhir wawancara, Deni berpesan kepada para pemuda Kabupaten Tasikmalaya yang sedang mengikuti proses persiapan magang, “Untuk para pemuda Tasikmalaya yang saya banggakan. Ingat, dimanapun kita berada, merah putih harus tetap di dalam dada!” (Lintas Priangan/AA)

Related Articles

Back to top button