Berita Desa

Wow! Di Jawa Barat, Ada 79 Desa/Kelurahan Tempat Mangkal PSK

lintaspriangan.com, BERITA DESA. 79 Desa di Jawa Barat Menjadi Lokasi Mangkal PSK: Sebaran, Faktor Penyebab, dan Tanggapan Masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan bahwa sebanyak 79 desa dan kelurahan di provinsi tersebut menjadi lokasi mangkal Pekerja Seks Komersial (PSK). Data ini diperoleh dari Pendataan Potensi Desa yang dilakukan pada Mei 2024, di mana petugas mewawancarai langsung aparat desa mengenai kondisi di wilayah mereka.

Dari total 5.877 desa dan kelurahan di Jawa Barat, sekitar 1,33 persen atau 79 di antaranya diketahui memiliki tempat mangkal PSK. Lokasi-lokasi ini tersebar di 19 kabupaten dan kota, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 17 lokasi, diikuti oleh Kabupaten Indramayu dengan 13 lokasi, dan Kabupaten Subang yang memiliki 7 lokasi.

Informasi mengenai 79 desa dan kelurahan yang menjadi tempat mangkal PSK ini pertama kali dipublikasikan oleh BPS Jawa Barat melalui hasil Pendataan Potensi Desa pada Mei 2024. Dalam survei tersebut, aparat desa ditanya mengenai keberadaan lokasi PSK di wilayah mereka, baik yang dikelola secara individu maupun berkelompok.

Meskipun BPS tidak melakukan penelitian mendalam terkait penyebab utama tingginya jumlah lokasi PSK di Jawa Barat, beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap fenomena ini. Salah satunya adalah faktor ekonomi, di mana keterbatasan lapangan pekerjaan dan tingkat pendidikan yang rendah dapat mendorong individu untuk terlibat dalam praktik prostitusi. Selain itu, mobilitas tinggi di beberapa daerah juga menjadi faktor pendukung.

Menanggapi temuan ini, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mencakup peningkatan pendidikan, penyediaan lapangan kerja, dan sosialisasi mengenai bahaya prostitusi.

Sementara itu, Ketua Tim Statistik Sosial BPS Jawa Barat, Isti Larasati, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari keterangan aparat desa yang mengetahui adanya lokasi PSK di wilayah mereka. Namun, survei ini tidak membedakan antara lokasi yang legal dan ilegal.

Di sisi lain, masyarakat dan tokoh agama turut menyuarakan keprihatinan mereka. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyoroti bahwa tingginya jumlah lokasi PSK mencerminkan adanya krisis moral di tengah masyarakat. Mereka mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan moralitas guna mencegah penyebaran praktik prostitusi. citeturn0search3

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mengurangi jumlah lokasi PSK melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, penegakan hukum terhadap praktik prostitusi ilegal akan diperketat, serta dilakukan sosialisasi intensif mengenai dampak negatif prostitusi bagi individu dan masyarakat.

Kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk memberantas praktik prostitusi di Jawa Barat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan jumlah lokasi PSK di provinsi ini dapat berkurang secara signifikan.

Temuan BPS mengenai 79 desa dan kelurahan di Jawa Barat yang menjadi lokasi mangkal PSK menyoroti perlunya perhatian serius dari berbagai pihak. Faktor ekonomi, pendidikan, dan mobilitas tinggi diduga menjadi penyebab utama fenomena ini. Tanggapan dari pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan ini melalui berbagai upaya strategis dan kolaboratif. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button