Cara Abu Nawas Bagi 5 Telur untuk 3 Orang Tanpa Membelah, Harus Terbagi Rata!

lintaspriangan.com, HIBURAN RAMADAN. Di sela-sela kesibukannya sebagai raja, Harun Al Rasyid seringkali butuh waktu untuk melepas lelah. Di waktu itulah, ia sering teringat pada Abu Nawas, salah seorang warga di kerajaan yang ia pimpin, sekaligus sahabat yang sering membuat dia tertawa karena tingkah cerdiknya. Raja selalu mencari sesuatu untuk dipecahkan Abu Nawas, orang yang dikenal tak pernah kehilangan akal.
“Kali ini, dia pasti kesulitan, hehehe… ” ucap Raja dalam hati. Ia sudah punya sesuatu yang baru untuk Abu Nawas. Ia minta pengawal segera menjemput Abu Nawas.
“Ada apa Paduka,” tanya Abu Nawas, setibanya di istana.
“Begini, di hadapan kita ada banyak telur. Aku minta kau mengambilnya 5 butir, dan kamu harus membagi ke-5 butir tersebut secara merata kepada 3 orang. Tapi kamu tidak boleh membelahnya, telur ini harus tetap utuh,” terang Raja, seraya mempersilakan Abu Nawas mengambil 5 butir telur.
“Hmmm… saya tidak boleh membelahnya Paduka?” tanya Abu Nawas, meyakinkan sekaligus mencari waktu untuk berfikir.
“Ya, tidak boleh. Bahkan Anda tidak boleh mengupasnya terlebih dulu,” tegas Raja.
“Lalu, pada siapa hamba harus membagi telur ini?” sambung Abu Nawas.
“Bebas. Asal kau bagikan pada manusia, siapapun itu,” jawab Sang Raja.
“Ah mudah sekali,” terang Abu Nawas.
Raja terlihat mulai kesal, karena melihat sepertinya Abu Nawas sama sekali tidak kesulitan dengan tantangan yang ia berikan.
Abu Nawas kemudian membawa kelima butir telur. Lalu, ia memberikan satu butir untuk Raja, dan satu butir lagi ia masukkan ke dalam saku baju nya. Sisanya, tetap ia pegang.
“Apa maksudnya ini?” Tanya Raja.
“Satu butir untuk tuan Paduka Raja. Satu butir lagi untuk saya. Dan tiga butir saya bawa pulang untuk istri saya,” terang Abu Nawas.
“Tidak adil. Kenapa aku dan kau hanya mendapat masing-masing satu butir,” protes Sang Raja.
“Pembagian ini sudah sangat adil tuan,” jawab Abu Nawas.
“Mana mungkin adil, kita berdua hanya dapat satu telur,” Raja tetap protes.
“Saya dan paduka hanya mendapat satu telur, karena kita sudah punya dua butir di bawah kita, hahaha…” jawab Abu Nawas.
Raja tediam sejenak, memikirkan maksud jawaban Abu Nawas. Tak lama kemudian ia pun ikut tertawa bersama Abu Nawas.
“Dasar kamu ya Abu Nawas! Hahaha…” (Lintas Priangan)



