Terjatuh dari Flyover Pasupati, Seorang Bobotoh Koma di RSHS

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Seorang bobotoh Persib asal Kabupaten Bandung Barat mengalami kecelakaan serius setelah terjatuh dari flyover Pasupati saat mengikuti konvoi kemenangan tim kesayangannya pada Minggu, 25 Mei 2025. Korban kini dirawat dalam kondisi koma di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, sementara keluarga memohon bantuan untuk mendukung pengobatan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan flyover Pasupati, Kota Bandung, saat ratusan bobotoh Persib menggelar konvoi merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka. Dalam keramaian itu, korban yang berusia 25 tahun diduga terpeleset dan terjatuh dari ketinggian flyover yang cukup tinggi. Akibatnya, pria tersebut mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Menurut keterangan keluarga, korban merupakan warga Kabupaten Bandung Barat yang sangat fanatik terhadap Persib Bandung. Mereka menjelaskan bahwa korban sempat bersemangat mengikuti konvoi, namun malang nasibnya terjadi di tengah perjalanan. “Kami sangat terpukul karena dia yang biasanya sehat dan aktif, tiba-tiba harus mengalami kecelakaan serius ini,” ujar salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Sesampainya di rumah sakit, korban langsung mendapat penanganan medis intensif. Namun, hingga kini kondisinya masih kritis dan belum sadar, sehingga membuat keluarga semakin khawatir. Pihak medis menyatakan bahwa korban mengalami cedera kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya yang membutuhkan perawatan lanjutan, termasuk kemungkinan tindakan operasi.
Keluarga korban juga mengungkapkan kesulitan dalam mengakses biaya pengobatan yang cukup besar. Mereka berharap adanya bantuan dari masyarakat luas, komunitas bobotoh, serta pihak-pihak yang peduli demi kelangsungan perawatan. “Kami sangat berharap ada uluran tangan, karena biaya rumah sakit semakin bertambah dan kami tidak mampu menanggungnya sendiri,” tambah keluarga tersebut.
Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait prognosis pasien, namun menegaskan bahwa tim medis sedang melakukan segala upaya terbaik untuk menyelamatkan korban. “Kami masih memantau kondisi pasien dengan ketat dan akan terus memberikan perawatan intensif,” jelas salah satu petugas medis.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para bobotoh maupun masyarakat umum agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas konvoi dan perayaan yang melibatkan keramaian serta aktivitas di tempat-tempat berisiko tinggi seperti flyover. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perayaan kegembiraan tidak berubah menjadi tragedi.
Selain itu, warga sekitar flyover Pasupati juga menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan mengimbau kepada pihak penyelenggara konvoi maupun aparat keamanan agar dapat mengatur kegiatan serupa dengan lebih aman di masa depan. Mereka berharap ada koordinasi yang baik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Penutup:
Kondisi korban yang masih koma dan membutuhkan penanganan intensif menjadi perhatian bagi keluarga dan masyarakat. Mereka memohon dukungan moril dan materiil demi kelangsungan pengobatan korban. Bagi yang ingin membantu, keluarga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin memberikan bantuan melalui kontak yang dapat dihubungi di Kabupaten Bandung Barat. Semoga korban segera mendapatkan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. (Lintas Priangan/AA)



