Begini Harapan dan Pesan Endang Juta Sebelum Ditangkap

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar penangkapan Endang Juta, sosok yang dikenal sebagai bos pasir Galunggung, sontak mengguncang publik Tasikmalaya dan sekitarnya. Endang Juta resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah kaki Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Penangkapan dilakukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat setelah melalui serangkaian penyelidikan panjang. Polisi menyebut, aktivitas pertambangan yang dikelola CV Galunggung Mandiri tidak sepenuhnya memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku. Endang Juta kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan mendalam dan resmi ditahan setelah statusnya dinaikkan menjadi tersangka.
Nama Endang Juta Meledak di Pencarian Google
Sejak penangkapannya, nama Endang Juta menjadi trending topics di mesin pencarian Google. Hingga Jumat (25/10/2025), berbagai berita terkait dirinya menempati posisi teratas di hasil pencarian, terutama di wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan Garut. Untuk kata kunci sekuat “Berita Tasikmalaya” saja, berita Endang Juta disajikan diranking pertama telusuran Google. Sorotan publik begitu besar karena figur Endang dikenal luas bukan hanya sebagai pengusaha tambang, tetapi juga sebagai tokoh lokal yang kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial politik.
Respon masyarakat pun beragam. Sebagian menilai langkah aparat penegak hukum sudah tepat, dengan alasan demi menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Galunggung. Namun, tidak sedikit pula yang mengaku kehilangan sosok yang selama ini dikenal dermawan. Beberapa warga bahkan mengaku sempat mendapatkan bantuan pendidikan, sembako, hingga perbaikan jalan desa dari Endang Juta.
Pesan Endang Juta Sebelum Ditangkap
Namun, di balik riuhnya pemberitaan dan sorotan publik, muncul kembali sebuah video pendek yang kini ramai beredar di media sosial. Video tersebut direkam pada 6 Juni 2025, jauh sebelum penangkapan terjadi. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, Endang Juta tampak berbicara dengan nada tenang namun sarat makna, seolah menyiratkan bahwa ia sudah memiliki firasat akan datangnya masalah hukum yang menjeratnya.
“Jadi jangan lihat saya, lihat yang 500 karyawan saya, otomatis diberhentikan,” ujar Endang dalam video itu dengan ekspresi yang tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya.
Pernyataan tersebut kini dianggap banyak pihak sebagai bentuk kepasrahan sekaligus kepedulian Endang terhadap para pekerjanya yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang yang ia kelola. Ia seolah menyampaikan pesan bahwa dampak hukum terhadap dirinya akan langsung berimbas pada ratusan kepala keluarga yang kehilangan sumber penghasilan.
Menariknya, di bagian akhir video, Endang Juta juga menyampaikan kalimat yang menandakan keterbukaan terhadap segala kemungkinan hukum yang akan menimpanya.
“Jadi jalan solusinya mau apa, terserah…” katanya.
Firasat dan Akhir Sebuah Perjalanan
Kini, setelah penahanan resmi dilakukan, video itu menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak warganet menilai, Endang Juta seakan sudah merasa, dirinya tak bisa terlepas dari jerat hukum. Pesan-pesannya yang singkat namun mendalam dinilai sebagai refleksi seorang pengusaha yang tengah menanggung beban besar, baik untuk dirinya, maupun ratusan orang yang bergantung padanya.
Apapun keputusan hukum yang akan dijatuhkan, publik berharap prosesnya berlangsung adil dan transparan. Seperti pernyataan seorang warga yang mengaku sering mendapat bantuan dari Endang Juta kepada Lintas Priangan: “Hukum harus ditegakkan, tapi jangan lupakan sisi kemanusiaan di baliknya.”
Kasus Endang Juta menjadi cermin bahwa persoalan tambang bukan sekadar urusan izin, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang saling berkait.
“Apapun keputusan untuk Endang Juta hari ini, semoga memang yang terbaik untuk semua. Aamiin.” (GPS)



