Sepanjang Apa Uang Elon Musk jika dalam Pecahan Rp100 Ribu?

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Pada Jumat malam (19/12) waktu setempat, kekayaan bersih Elon Musk melonjak tajam hingga mencapai US$749 miliar atau setara Rp12.500 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.654 per dolar AS. Lonjakan kekayaan ini terjadi setelah Mahkamah Agung Delaware mengembalikan opsi saham Tesla senilai US$139 miliar yang sebelumnya dibatalkan, sebagaimana tercatat dalam indeks miliarder Forbes. Putusan tersebut langsung mengerek posisi Musk sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan menembus level kuadriliunan rupiah.
Angka sebesar itu tentu sulit dicerna dalam bentuk tabel atau grafik. Triliunan rupiah kerap terasa abstrak, jauh dari pengalaman sehari-hari kebanyakan orang. Karena itu, mari kita turunkan angka fantastis ini ke bentuk paling membumi: uang tunai pecahan Rp100 ribu, lalu kita susun memanjang lurus. Pertanyaannya sederhana, jawabannya bikin mengernyitkan dahi: seberapa panjang uang Elon Musk jika disusun dari pecahan Rp100 ribu?
Dari Triliunan Rupiah ke Satuan Lembar
Kita mulai dari angka dasarnya. Kekayaan yang dibicarakan setara Rp12.000 triliun—angka yang digunakan untuk memudahkan ilustrasi. Jika seluruh nilai itu diwujudkan dalam pecahan Rp100.000, maka jumlahnya mencapai 120 miliar lembar uang.
Selanjutnya, kita pakai ukuran fisik yang jelas dan dapat diverifikasi. Panjang satu lembar uang Rp100 ribu adalah 151 milimeter, atau 0,151 meter. Tidak ada asumsi soal ketebalan, tidak ditumpuk, tidak dipadatkan—semuanya disusun lurus dari ujung ke ujung.
Hitungannya sebagai berikut:
0,151 meter × 120.000.000.000 lembar = 18.120.000.000 meter.
Jika dikonversi ke kilometer, hasilnya adalah 18,12 juta kilometer. Angka ini bukan salah ketik, dan bukan pula metafora. Ini hasil hitung matematis dari uang yang disusun memanjang tanpa jeda.
Sebagai perbandingan, keliling Bumi di garis khatulistiwa sekitar 40.075 kilometer. Dengan panjang 18,12 juta kilometer, susunan uang tersebut bisa mengelilingi Bumi lebih dari 450 kali. Bayangkan satu putaran penuh mengitari planet, lalu ulangi ratusan kali—itu baru setara dengan panjang uangnya.
Uang yang Masuk Wilayah Astronomi
Skala perbandingan bisa diperluas lebih jauh. Jarak rata-rata Bumi ke Bulan sekitar 384.400 kilometer. Dengan panjang 18,12 juta kilometer, uang pecahan Rp100 ribu itu bisa bolak-balik dari Bumi ke Bulan sekitar 23 kali.
Di titik ini, pembahasan uang tidak lagi berada di ranah ekonomi semata, melainkan sudah menyentuh wilayah astronomi. Nilai tukar berubah menjadi jarak, dan kekayaan menjelma garis panjang yang membelah ruang imajiner antara dua benda langit.
Tentu saja, kekayaan Elon Musk bukan uang tunai yang disimpan dalam gudang raksasa. Nilai tersebut merupakan kekayaan bersih, yang sebagian besar berbentuk saham dan kepemilikan aset. Nilainya bisa naik dan turun mengikuti dinamika pasar. Namun ilustrasi ini memberi gambaran betapa ekstremnya skala angka yang sedang dibicarakan.
Justru di situlah maknanya. Ketika Rp100 ribu bagi sebagian orang adalah uang makan sehari, dalam skala global ia bisa dikalikan miliaran kali hingga berubah menjadi jarak jutaan kilometer. Perbandingan ini memperlihatkan jurang antara realitas ekonomi harian dan akumulasi kekayaan di puncak piramida ekonomi dunia.
Pada akhirnya, pertanyaan tentang “seberapa panjang uang Elon Musk” bukan sekadar permainan angka. Ia adalah cara sederhana untuk memahami besarnya konsentrasi kekayaan global—dan mungkin, sambil tersenyum getir, kita bisa menyimpulkan satu hal: uang sepanjang itu sudah tak mungkin lagi disimpan di dompet mana pun, bahkan dompet pemiliknya sendiri.



