Miliki Banyak Peluang, Koperasi di Tasikmalaya Ini Butuh Suntikan Modal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Koperasi Argasoka Bina Madani, salah satu koperasi yang sedang berkembang di Kota Tasikmalaya, saat ini tengah membutuhkan suntikan modal untuk pengembangan usaha. Modal tersebut akan diproyeksikan untuk usaha yang selama ini jadi garapan utama koperasi tersebut.
“Peluang usaha yang jadi garapan Argasoka Bina Madani masih sangat bisa dikembangkan. Namun karena terkendala modal, saat ini Argasoka baru bisa menangangi peluang tersebut dalam jumlah yang sangat terbatas,” terang Beng Haryono, Ketua Koperasi Argasoka Bina Madani kepada Lintas Priangan, Sabtu (22/02/2025).
Menurut Beng, usaha yang saat ini jadi garapan utama koperasinya adalah pengadaan barang untuk kebutuhan UMKM. Bidang usaha ini dipilih sebagai bidang utama, karena anggota koperasi Argasoka Bina Mandiri memang berbasis para pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya.
“Jadi transaksinya berputar di internal para anggota saja. Kebutuhan-kebutuhan UMKM di Kota Tasikmalaya, jadi peluang usaha yang digarap oleh Argasoka Bina Madani.” tambah Beng.
Adapun bentuk produknya sangat beragam dan bukan produk yang sulit didapatkan di pasaran. Intinya, produk yang banyak dibutuhkan oleh UMKM, disuplai oleh Argasoka Bina Madani.
“Produknya nggak yang aneh-aneh. Misalnya kebutuhan bahan olahan makanan untuk UMKM di bidang kuliner. Selain itu, kebutuhan pribadi setiap keluarga pelaku UMKM juga sudah semakin banyak yang dipercayakan pada kami, misalnya sembako,” jelas Beng.
Argasoka Bina Mandiri sendiri didirikan tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2022. Para pendirinya adalah para pelaku UMKM yang tergabung dalam BDC Tasikmalaya, alias Bussiness Development Center Kota Tasikmalaya. Sebanyak 40-an pelaku UMKM tercatat sebagai perintis Argasoka Bina Mandiri.
Dengan modal awal hanya Rp. 25 juta, Argasoka Bina Mandiri mulai menggarap pengadaan barang untuk kebutuhan para anggotanya. Dan dalam waktu yang relatif singkat, kurang dari tiga tahun, jumlah klien yang membutuhkan suplai dari Argasoka Bina Mandiri meningkat tajam, hingga mencapai angka ratusan pelanggan.
“Ya, dulu dari Rp. 25 juta itu kita putarkan. Sekarang sudah tidak memungkinkan, permintaan tinggi, sementara modal terbatas. Sementara kalau tidak beli cash ke agen, kita juga sulit mendapatkan harga terbaik,” terang Beng.
Hal senada diungkapkan Yeyet Rosmayati, Bendahara Argasoka Bina Mandiri. Menurutnya, kebutuhan modal untuk melayani klien Argasoka Bina Mandiri terbilang mendesak. Jumlah permintaan yang masuk sudah mustahil dipenuhi oleh modal yang tersedia.
Sementara itu, menurut Deni Heryanto, Sekretaris di Koperasi Argasoka Bina Mandiri, pihaknya sangat membuka diri untuk berbagai skema yang bisa membantu pengembangan koperasinya.
“Bisa saja bentuknya tidak harus penyertaan modal dalam bentuk uang. Kami membuka diri, skema apa yang bisa ditawarkan, kami sangat terbuka,” terang Deni. (Lintas Priangan)



