Berita Tasikmalaya

Diky Candra Angkat Bicara Soal Konten Resbob

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, akhirnya angkat bicara merespons kegaduhan yang muncul akibat unggahan akun media sosial Resbob yang dinilai menyinggung orang Sunda. Pernyataan Diky Candra ini pun langsung menyita perhatian publik, khususnya warga Jawa Barat dan Tasikmalaya.

Dalam pernyataannya, Diky menekankan bahwa kemarahan masyarakat Sunda sejatinya sudah meluas. Namun ia memilih tidak muncul sejak awal karena menilai reaksi publik sudah berjalan dengan sendirinya.

“Sebetulnya walaupun bagaimana semua orang Sunda sudah marah. Kenapa saya tidak muncul, karena banyak sekali orang yang sudah marah, dan saya yakin dia juga kena getahnya,” ujar Diky Candra.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun TikTok Abib Zet, Jumat (12/12/2025), dan kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial. Video tersebut menjadi viral dan menuai beragam komentar netizen.

Lebih jauh, Diky Candra menyebut kasus ini sebagai pelajaran penting bagi siapa pun, khususnya figur publik dan kreator konten, agar lebih berhati-hati dalam berucap di ruang digital.

“Sehebat apa pun, sepintar apa pun, sekaya apa pun kalian, ketika salah ucap bisa menjadi sesuatu yang merugikan buat kalian sendiri. Jadi waspadalah,” kata Diky.

Menurutnya, media sosial saat ini tidak lagi sekadar ruang ekspresi pribadi, melainkan ruang publik yang memiliki konsekuensi sosial. Kesalahan ucapan, terlebih yang menyentuh identitas budaya dan suku, bisa dengan cepat memantik reaksi luas.

Diky juga menegaskan karakter masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi kesantunan, namun tetap memiliki solidaritas yang kuat. Ia menyampaikan bahwa orang Sunda bukan tipe yang mencari keributan, tetapi akan bersatu ketika merasa dilecehkan.

“Kita orang Sunda tetap santun, tapi selalu kompak. Kita tidak akan ganggu, kita tidak akan keras, kalau tidak ada yang mengganggu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk sikap moderat dan dewasa dalam menyikapi konflik sosial di era digital. Alih-alih memperkeruh suasana, Diky memilih mengajak publik untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini.

Sementara itu, unggahan akun Resbob yang dianggap menyinggung orang Sunda sebelumnya memang telah memicu gelombang kecaman dari warganet. Sejumlah tokoh, komunitas budaya, hingga masyarakat umum turut menyuarakan keberatan mereka. Isu ini bahkan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup media sosial warga Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya.

Respons netizen terhadap pernyataan Diky Candra pun didominasi komentar positif. Banyak yang menyepakati pandangannya dan menilai sikap tersebut mencerminkan kearifan lokal Sunda: tegas tanpa harus kasar.

Sebagai artis nasional sekaligus Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra dinilai berhasil menempatkan diri secara proporsional. Di tengah derasnya arus konten viral, ia memilih jalur edukatif—mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus selalu berjalan seiring dengan tanggung jawab dan rasa hormat terhadap sesama.

Di Tasikmalaya, pernyataan ini juga dianggap relevan sebagai pengingat bahwa harmoni sosial adalah aset penting yang harus dijaga bersama, terutama di tengah dinamika media sosial yang serba cepat dan mudah memantik emosi. (AS)

Related Articles

Back to top button