Memasuki Musim Hujan, BPBD Kota Tasikmalaya Gelar Pelatihan Bencana

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan, Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai memperkuat kesiapsiagaan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), seluruh camat dan lurah se-Kota Tasikmalaya digembleng dalam pelatihan manajemen penanganan bencana.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang kerap melanda wilayah Tasikmalaya pada musim penghujan.
Fokus pada Pencegahan dan Respons Cepat
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H. Ucu Anwar, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas aparatur di lapangan agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam kondisi darurat. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor mulai dari perangkat kelurahan, kecamatan, hingga relawan dan masyarakat.
“Camat dan lurah adalah ujung tombak penanganan bencana di lapangan. Mereka harus paham langkah-langkah awal, terutama dalam hal deteksi dini dan koordinasi dengan BPBD,” ujar Ucu Anwar seperti dikutip dari sejumlah sumber.
Dalam kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini, peserta mendapatkan materi tentang manajemen kedaruratan bencana, teknik evakuasi warga, serta pengelolaan posko dan logistik. Tak hanya teori, mereka juga mengikuti simulasi lapangan untuk mengasah kemampuan respons cepat ketika bencana benar-benar terjadi.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Pelatihan ini juga melibatkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk unsur TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI). Tujuannya, agar para pemangku wilayah tidak hanya memahami prosedur teknis, tetapi juga mampu membangun jejaring kerja dengan berbagai pihak.
“Manajemen bencana bukan hanya soal teknis penyelamatan. Lebih penting adalah bagaimana menggerakkan masyarakat agar tangguh dan tidak panik saat bencana datang,” tutur salah satu narasumber dalam sesi pelatihan.
Ia juga mengakui bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi berbagai pihak yang menurutnya, selama ini masih ada kendala dalam penyampaian informasi dan distribusi bantuan ketika bencana melanda.
Antisipasi Musim Hujan dan Wilayah Rawan
Berdasarkan data BPBD, sedikitnya 16 kelurahan di Kota Tasikmalaya tergolong rawan bencana tanah longsor dan banjir. Kawasan di Kecamatan Kawalu, Tamansari, dan Mangkubumi disebut menjadi titik paling rentan karena kontur tanah berbukit dan drainase yang belum optimal.
BPBD juga telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) yang akan berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah masing-masing. Mereka ditugaskan untuk memantau situasi lapangan, menyebarkan informasi dini, dan mengevakuasi warga jika situasi memburuk.
Pelatihan ini juga menegaskan, bahwa kesiapan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus aktif melaporkan kondisi lingkungan, terutama jika ada tanda-tanda bencana seperti tanah bergerak atau debit air meningkat.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga berencana melakukan pemetaan ulang wilayah rawan bencana dengan bantuan teknologi GIS untuk memperbarui data risiko. Data ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana ke depan.
“Pelatihan ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan peralatan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang siap siaga menghadapi situasi darurat. Lebih baik kita belajar dan siap sebelum bencana datang, daripada menyesal setelahnya,” tutup Kepala BPBD. (GPS)



