Pencurian Sapi di Tasikmalaya: Kawalu–Mangkubumi Zona Merah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pencurian sapi di Tasikmalaya kembali menjadi kekhawatiran serius bagi warga yang memiliki hewan ternak. Dalam beberapa pekan terakhir, laporan kehilangan muncul beruntun—mulai dari ayam, domba, kambing, hingga sapi jenis limosin. Kawasan Kawalu, Mangkubumi, dan Bungursari kini disebut sebagai titik yang paling sering disasar.
Kasus yang terjadi di Cihonje, Kawalu, pada Rabu dini hari menjadi gambaran paling jelas bagaimana wilayah tersebut rentan terhadap aksi kejahatan. Empat ekor sapi hilang dalam satu malam, sementara dua ekor lainnya ditemukan jatuh ke empang. Total ada enam sapi yang dikeluarkan dari kandang oleh para pelaku.
Lokasi Kandang Jadi Faktor Penentu Risiko
Polisi mencatat mayoritas kandang di tiga wilayah itu memiliki kesamaan: jauh dari pemukiman, berada di area persawahan, dan minim penerangan. Kondisi ini membuat warga sulit memantau aktivitas mencurigakan.
Kandang korban di Cihonje hanya dijaga secara berkala. Pemeriksaan dilakukan setiap beberapa jam, termasuk pukul 12 malam, 2 pagi, dan 4 pagi. Namun celah kecil antara pemeriksaan itu sudah cukup untuk dimanfaatkan pelaku.
“Lingkungan dini hari sangat lengang, pelaku memanfaatkan kondisi itu untuk merusak engsel pintu,” ujar Kapolsek Kawalu, AKP Yusuf Setyanto, dikutip dari Kompas, Rabu (26/11/2025).
Rekaman CCTV warga juga memperlihatkan truk bak kayu yang digunakan pelaku mengangkut sapi. Kendaraan besar semacam ini sering berlalu-lalang di kawasan persawahan, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan walaupun berhenti agak lama.
Pelonggaran Pengawasan Jadi Celah
Polisi menilai sebagian peternak mengandalkan penjagaan manual yang tidak bisa mengawasi 24 jam. Di beberapa kasus, penjaga kandang bahkan pulang menjelang subuh untuk bersiap ke pasar, sehingga kandang tidak sepenuhnya terpantau.
Situasi seperti ini membuka peluang pelaku untuk beraksi. Engsel pintu dijebol, sapi dikeluarkan satu per satu, kemudian dikumpulkan di depan kandang sebelum diangkut ke truk.
Data yang dihimpun kepolisian menunjukkan pola yang sama pada beberapa pencurian sebelumnya. Pelaku tidak bekerja sendirian. Biasanya ada 2–4 orang, dengan satu orang bertugas di kendaraan dan lainnya mengurus hewan di lapangan.
Polisi Petakan Zona Merah
Hasil evaluasi kepolisian menunjukkan tiga kecamatan yang paling sering melaporkan kehilangan ternak dalam tiga bulan terakhir:
- Kawalu – kasus sapi, domba, dan ayam
- Mangkubumi – hilangnya kambing dan ayam
- Bungursari – pencurian kambing dan domba
Kapolsek mengimbau warga tidak menganggap enteng pengamanan kandang. Lampu sorot, kunci rangkap, dan kamera sederhana dapat membantu meminimalisasi risiko.
“Kami minta warga segera melapor bila melihat kendaraan besar berhenti terlalu lama di area persawahan menjelang subuh,” tegas Yusuf.
Dengan meningkatnya laporan kehilangan, warga berharap adanya patroli rutin di jam rawan. Polisi mengaku telah menambah frekuensi patroli malam, namun pengawasan mandiri dari peternak tetap menjadi garis pertahanan pertama.



