Jejak Kecil Lintas Priangan dalam Setahun Perjalanan Bersama Tasikmalaya

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Menjelang ulang tahun pertama kami pada 16 Desember 2025 mendatang, ada perasaan campur aduk di ruang redaksi kecil kami di Kota Tasikmalaya. Antara bangga, lega, gugup, tapi juga semakin bersemangat. Setahun terakhir ini terasa seperti perjalanan panjang yang ditempuh oleh perahu kecil di tengah gelombang. Tidak tenggelam sudah merupakan prestasi, tetapi ketika perahu itu mulai dilihat, diperhatikan, bahkan diperhitungkan datanya, ada rasa syukur yang sulit dijelaskan.
Apalagi ketika laporan monitoring media terbaru diserahkan kepada redaksi oleh tim Litbang kami, sebuah tim kecil tetapi teliti yang dipimpin oleh Kang Eko, wartawan senior jebolan Jurnalistik Fikom Unpad yang sudah dua dekade malang melintang di dunia pers, termasuk di Kompas. Pengalaman panjangnya membuat laporan itu bukan sekadar rangkaian angka, tetapi cerita yang menunjukkan di mana posisi kami di tengah peta media Priangan Timur.
Dalam kategori web reach, Lintaspriangan.com mencatat 13.585. Angka ini, kalau dilihat sekilas, mungkin tak sebanding dengan media-media senior di Priangan Timur seperti Radartasik.id dengan 102.178; Harapanrakyat.com dengan 23.940; dan Insiden24.com dengan 20.601.
Tetapi bagi kami, berada di peringkat itu, dalam usia belum genap satu tahun, adalah capaian yang menunjukkan bahwa halaman-halaman berita yang kami sajikan sudah mulai menemukan pembacanya. Bahwa jejak digital kami mulai terlihat di medan yang sama dengan media yang sudah lebih awal berdiri.
Lalu dalam kategori influential sites, yang mengukur jumlah kunjungan atau visits sebuah portal berita dalam rentang waktu tertentu, posisi kami ada pada angka 49.905 visits. Lintas Priangan berada di posisi kelima. Di atas kami, Harapan Rakyat melesat dengan 1.995.000 visits; Radartasik menyusul dengan 326.135; Insiden24 mencatat 98.070; dan Sergap 51.395.
Kami tepat berada di belakang Sergap.co.id, media yang jauh lebih senior dan menjadi salah satu rujukan untuk kami terus belajar. Angka kami mungkin tidak mengejutkan, tetapi bagi tim redaksi yang baru seumur jagung, ini adalah bukti bahwa pintu-pintu ruang baca digital masyarakat Tasikmalaya mulai terbuka untuk kami.
Monitoring ini dilakukan menggunakan sepuluh kata kunci yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa dan perbincangan lokal, mulai dari Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, walikota viman, Kota Tasikmalaya, hingga Berita Kota Tasikmalaya dan Kota Tasik. Data dikumpulkan dari seluruh platform media sosial, sementara untuk media non-sosial hanya difokuskan pada portal yang berdomisili di Priangan Timur, yang totalnya sekitar 70 media online berdasarkan temuan aplikasi monitoring.
Hasilnya ibarat sebuah peta bagi kami, peta itu menampilkan wajah kami dengan cahaya yang cukup terang untuk terlihat.
Di ruang rapat kecil sebelah meja redaksi, Kang Eko menjelaskan dengan caranya yang khas, pelan tetapi tajam, tentang makna dua indikator penting dalam laporan itu.
Reach atau Web Reach, katanya, adalah ukuran seberapa banyak orang yang melihat atau membaca berita kami. Sementara Visits adalah frekuensi seberapa sering portal kami dikunjungi. “Dua-duanya bukan soal besar-kecil angka,” ujarnya, “tapi soal apakah portal ini hidup, stagnan, apakah ia sedang tumbuh.”
Dan dari data itu, kami tahu: kami sedang tumbuh.
Sebagai redaksi muda, kami sadar masih banyak kekurangan. Masih banyak liputan yang belum sempat digarap, masih banyak berita yang bisa dibuat lebih dalam, dan masih banyak kebutuhan pembaca yang harus kami pelajari. Tetapi satu tahun pertama ini telah menunjukkan bahwa kehadiran Lintaspriangan.com bukan sekadar percobaan. Ia menjelma menjadi ruang informasi yang mulai dijelajahi publik.
Di balik setiap angka dalam laporan Litbang itu, ada kerja keras redaksi yang berjibaku dengan segala keterbasan, dan ada pembaca yang diam-diam membuka portal kami sebagai rutinitas baru.
Kami bukan media besar. Kami tidak pernah berpretensi menjadi yang paling populer. Tetapi kami punya keyakinan bahwa media lokal harus hidup, harus hadir, harus menjadi suara masyarakatnya.
Dan perjalanan setahun ini adalah bukti kecil bahwa upaya itu mulai membuahkan hasil.
Terima kasih kepada pembaca, narasumber, mitra, dan seluruh elemen khususnya di Kota Tasikmalaya, yang telah memberi kami kesempatan untuk hadir sebagai bagian dari denyut Tasikmalaya. Terima kasih juga kepada Kang Eko dan tim Litbang yang memberi kami kaca pembesar untuk melihat sejauh mana langkah kami.
Perjalanan kami masih panjang. Masih banyak yang ingin kami bangun.
Yang pasti, kami akan terus bertumbuh, bersama kota yang kami cintai ini.
Disclaimer:
“Data dan temuan yang disajikan dalam editorial ini merupakan hasil monitoring internal yang dilakukan oleh Tim Litbang Lintas Priangan dalam rentang waktu dan parameter yang telah disebutkan. Perlu dipahami bahwa hasil monitoring media dapat berbeda apabila menggunakan metode, alat analisis, aplikasi, atau sumber data yang tidak sama. Variasi platform, algoritma pengukuran, cakupan media yang dipindai, serta perbedaan periode waktu dapat menghasilkan angka dan pemetaan yang tidak sepenuhnya identik. Oleh karena itu, data dalam laporan ini bersifat indikatif dan tidak dimaksudkan sebagai acuan tunggal, melainkan sebagai gambaran umum khususnya bagi Lintas Priangan dan umumnya bagi perkembangan ekosistem media lokal di wilayah Priangan Timur.“



