Berita Tasikmalaya

Wakil Bupati Tasikmalaya Tekankan Penghijauan Berbasis Bambu di Salawu

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayyubi, menghadiri kegiatan Penanaman Serentak – Penghijauan Lingkungan Berbasis HHBK Bambu yang digelar Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Tasikmalaya, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini digelar di wilayah Salawu dan melibatkan unsur pemerintah daerah, jajaran Cabang Dinas Kehutanan, serta masyarakat setempat. Gerakan ini menandai langkah lanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat program penghijauan yang tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu.

Penguatan Ekosistem Lewat Tanaman Bambu

Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Tasikmalaya terlibat langsung dalam penanaman bibit bambu di area yang telah disiapkan. Penanaman bambu dipilih karena tanaman tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan ekosistem. Akar bambu dikenal kuat dan mampu memperbaiki struktur tanah, sehingga efektif mengurangi risiko erosi, terutama di daerah perbukitan seperti Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini menjadikan bambu sebagai salah satu tanaman yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perlindungan lingkungan.

Selain fungsi ekologis, bambu juga memiliki nilai ekonomis yang terus meningkat. Masyarakat dapat memanfaatkan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan bangunan, kerajinan, hingga komoditas perdagangan. Di wilayah pedesaan, bambu bahkan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga. Pemerintah daerah memandang potensi ini sebagai peluang untuk mendorong ekonomi hijau yang selaras dengan pembangunan lingkungan.

Gerakan penanaman serentak ini digagas sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, instansi kehutanan, dan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi publik. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menilai bahwa upaya pelestarian tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat yang berada di sekitar kawasan penghijauan.

Dorongan Program Hijau Berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya

Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan bahwa program penghijauan tidak boleh berhenti pada simbolisasi penanaman saja. Kegiatan seperti ini akan diarahkan menjadi program berkelanjutan yang mencakup perawatan tanaman, pemantauan pertumbuhan, serta perluasan lahan hijau di kecamatan-kecamatan lain. Bambu dipilih sebagai komoditas utama karena pertumbuhannya cepat, adaptif, dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan.

Selain itu, pemerintah daerah juga melihat peluang untuk mengembangkan pemanfaatan bambu sebagai produk lokal unggulan. Desa-desa yang memiliki potensi bambu akan didorong untuk mengembangkan industri kreatif berbasis bambu. Dengan demikian, penanaman tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Kegiatan di Salawu ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk menguatkan kerja sama lintas sektor. Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Tasikmalaya akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan program, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis, hingga monitoring lapangan. Pemerintah daerah berharap agar gerakan ini menjadi salah satu langkah penting dalam menambah ruang hijau yang semakin dibutuhkan di tengah tekanan pembangunan dan perubahan iklim.

Melalui penanaman serentak ini, Wakil Bupati Tasikmalaya ingin memastikan bahwa komitmen penghijauan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang Kabupaten Tasikmalaya. Dengan memanfaatkan bambu sebagai tanaman strategis, pemerintah berharap keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button