Berita Tasikmalaya

Tahun Baru, Gerindra Kota Tasikmalaya Menanam Seribu Harapan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menyambut datangnya tahun 2026, pagi Kota Tasikmalaya terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk awal tahun yang biasanya diisi resolusi pribadi dan janji-janji baru, sekelompok orang memilih cara yang lebih sederhana namun bermakna: menanam pohon.

Minggu pagi, 4 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WIB, jajaran pengurus dan kader DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya berkumpul dengan satu tujuan sederhana, meninggalkan jejak kebaikan yang bisa tumbuh dan dirasakan lintas generasi.

Kegiatan bertajuk “Menanam Pohon, Menjaga Warisan, Kontribusi Gerindra untuk Masa Depan Hijau Tasikmalaya” ini diawali secara simbolis di kawasan Balai Kota Tasikmalaya. Bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, belasan pohon ditanam sebagai penanda dimulainya gerakan yang lebih luas. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke seluruh daerah pemilihan di Kota Tasikmalaya, dengan target menanam sekitar 1.000 pohon. Ini bukan sekadar angka, tetapi simbol harapan. Satu pohon, satu doa untuk kebaikan dan masa depan Kota Tasikmalaya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan menanam pohon ini merupakan instruksi dari Ketua DPD Parta Gerindra Jawa Barat.

“Betul, kegiatan ini instruksi dan dari Ketua DPD Gerindra Jawa Barat. Dan kalau kita cermati bersama dari berbagai sisi, misalnya dari sisi keleluasaan anggaran dan potensi bencana alam, kegiatan ini sangat urgent untuk dilaksanakan,” terang Aslim.

Aslim yang juga merupakan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini menambahkan, menanam pohon adalah bentuk syukur yang paling jujur atas berbagai nikmat yang Allah titipkan melalui alam dan lingkungan. Syukur yang tidak berhenti di ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, sekecil apa pun, asal konsisten dan tulus.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa menanam pohon juga merupakan ikhtiar untuk hidup selaras dengan alam. Di tengah perubahan iklim, banjir musiman, dan berkurangnya ruang hijau perkotaan, pohon bukan lagi sekadar pelengkap estetika kota. Ia adalah penyangga kehidupan. Akar yang menahan air, daun yang menyejukkan udara, dan batang yang menjadi saksi perjalanan waktu.
“Ini cara kita berdamai dengan alam,” ujar Aslim kepada Lintas Priangan.

Refleksi paling menyentuh terasa ketika Aslim mengaitkan kegiatan ini dengan tanggung jawab antargenerasi. Menanam pohon adalah wujud cinta kepada anak cucu. Jangan sampai generasi hari ini mewariskan lingkungan yang panas, gersang, dan tidak nyaman.
“Dengan menanam 1.000 pohon, Gerindra Kota Tasikmalaya sejatinya menanam 1.000 harapan. Ya, harapan agar kota ini tetap layak dihuni, hari ini dan puluhan tahun ke depan. Sebab, pohon yang ditanam sekarang mungkin baru benar-benar dinikmati oleh anak cucu kita yang bahkan belum lahir,” jelas Aslim.

Aslim juga menegaskan bahwa menanam pohon adalah contoh nyata bagaimana tindakan sederhana bisa berdampak luar biasa. Tidak membutuhkan teknologi canggih atau anggaran fantastis. Cukup kemauan, kebersamaan, dan kesadaran. Dari satu lubang tanah yang digali, tumbuh potensi besar untuk memperbaiki kualitas lingkungan, memperindah kota, dan membangun kesadaran ekologis warga.

Pemilihan Balai Kota Tasikmalaya sebagai titik awal penanaman pun sarat makna. Secara simbolik, ini adalah pesan bahwa menjaga lingkungan hidup membutuhkan kebersamaan semua pihak. Namun, pemerintah harus berada di barisan paling depan.
“Ketika pemerintah memberi teladan, saya yakin masyarakat akan mengikuti. Lingkungan bukan urusan satu kelompok atau satu institusi saja, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dirawat bersama, tapi pemerintah harus di depan,” tegas Aslim.

Keterlibatan pengurus dan kader Gerindra Kota Tasikmalaya dalam kegiatan ini mempertegas semangat gotong royong. Tidak ada jarak antara struktur dan basis. Semua harus turun ke lapangan, memegang cangkul yang sama, mengotori tangan dengan tanah yang sama. Dalam suasana seperti itu, sekat-sekat formal mencair, digantikan oleh rasa memiliki yang sama terhadap kota ini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda cara Gerindra Kota Tasikmalaya memaknai pergantian tahun. Bukan dengan pesta kembang api atau euforia sesaat, melainkan dengan kerja sunyi yang hasilnya tidak langsung terlihat. Pohon tidak tumbuh dalam semalam. Ia butuh waktu, perawatan, dan kesabaran. Nilai-nilai itulah yang ingin ditanam bersamaan dengan bibit-bibit pohon tersebut.

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, langkah kecil seperti ini menjadi penting. Ia mungkin tidak langsung menyelesaikan semua persoalan, tetapi menjadi awal dari kesadaran yang lebih besar. Kesadaran bahwa masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh sejauh mana manusia mau berdamai dan merawat alamnya.

“Dengan menanam seribu harapan di awal tahun, Gerindra Kota Tasikmalaya ingin mengajak warga Kota Tasikmalaya. Bahwa masa depan yang lebih baik, seringkali tidak perlu melalui wacana panjang dan diskusi politik yang pelik. Cukup dengan tindakan nyata yang kita mulai dengan segera,” pungkas Aslim. (AS)

Related Articles

Back to top button