lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Data pendidikan Priangan Timur masih mencatat puluhan ribu residu pada data induk peserta didik. Data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 24 September 2026 menunjukkan enam kabupaten/kota di wilayah ini memiliki total 29.168 residu NISN, 42.820 residu kependudukan, dan 46.334 residu kode wilayah.
Enam daerah tersebut adalah Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar. Total peserta didik yang tercatat di enam daerah mencapai sekitar 1,48 juta orang. Angka residu merupakan catatan ketidaksesuaian atau data yang masih memerlukan penyelesaian pada masing-masing kategori, sehingga tidak tepat dijumlahkan sebagai jumlah siswa bermasalah karena satu peserta didik dapat muncul pada lebih dari satu kategori.
Garut Catat Residu Terbanyak
Di antara enam daerah Priangan Timur, Kabupaten Garut mencatat jumlah residu terbesar. Dari 644.467 peserta didik, terdapat 15.670 residu NISN, 29.678 residu kependudukan, serta 23.981 residu kode wilayah.
Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki 361.400 peserta didik mencatat 6.700 residu NISN, 7.060 residu kependudukan, dan 9.377 residu kode wilayah. Sementara Kabupaten Ciamis mencatat 3.320 residu NISN, 2.560 residu kependudukan, serta 5.682 residu kode wilayah dari 211.436 peserta didik.
Data pendidikan Priangan Timur untuk tiga daerah lainnya menunjukkan angka lebih rendah. Kota Tasikmalaya, dengan 151.577 peserta didik, mencatat 2.069 residu NISN, 2.121 residu kependudukan, dan 4.374 residu kode wilayah.
Kabupaten Pangandaran memiliki 72.560 peserta didik dengan 846 residu NISN, 806 residu kependudukan, dan 2.026 residu kode wilayah. Adapun Kota Banjar mencatat 43.854 peserta didik, 563 residu NISN, 595 residu kependudukan, serta 894 residu kode wilayah.
Residu Juga Terlihat pada Data per Jenjang
Masalah residu tersebut juga terlihat ketika data dipilah berdasarkan jenjang pendidikan. Khusus jenjang SMP, misalnya, Kabupaten Garut memiliki 106.795 peserta didik dengan 511 residu NISN, 1.870 residu kependudukan, dan 2.031 residu kode wilayah. Kabupaten Tasikmalaya mencatat masing-masing 271, 589, dan 995 residu pada tiga kategori tersebut.
Pada pendidikan masyarakat melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), jumlah residu di beberapa daerah juga cukup menonjol. Kabupaten Garut memiliki 39.447 peserta didik PKBM dengan 7.681 residu NISN, 9.048 residu kependudukan, serta 8.044 residu kode wilayah.
Data pendidikan Priangan Timur tersebut berasal dari laman resmi Referensi Data Pendidikan Kemendikdasmen dengan pembaruan bertanggal 24 September 2026. Data dapat ditelusuri hingga tingkat kecamatan dan satuan pendidikan. Di Kecamatan Cisurupan, Garut, misalnya, tabel resmi memperlihatkan residu berbeda pada masing-masing sekolah, termasuk pada NISN, kependudukan, dan kode wilayah.
Data yang tersedia menunjukkan skala residu, tetapi tidak menjelaskan penyebab setiap ketidaksesuaian ataupun berapa banyak peserta didik unik yang terdampak setelah duplikasi antarkategori diperhitungkan. Karena itu, ketiga kategori residu perlu dibaca secara terpisah dan tidak dapat langsung dianggap sebagai jumlah siswa yang memiliki masalah administrasi. (NS/AS)







