lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen Kota Tasikmalaya dimulai pada triwulan pertama 2027. Namun, hingga informasi resmi terakhir yang dipublikasikan pada 8 Oktober 2026, rencana pembangunan tersebut masih menunggu penyelesaian proses pengadaan lahan.
Target pembangunan itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat menghadiri Open House Sambara Karya 2026 di Sekolah Rakyat 41, Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kamis, 8 Oktober 2026. Memasuki Jumat, 16 Oktober 2026, belum ditemukan pembaruan resmi yang memastikan penyelesaian pengadaan lahan.
Website Resmi Kota Tasikmalaya
+1
Pembangunan Sekolah Rakyat Masih Menunggu Pengadaan Lahan
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen Kota Tasikmalaya menjadi salah satu rencana pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas pendidikan jangka panjang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Meski target pelaksanaan telah ditetapkan pada awal 2027, pemerintah kota masih harus menyelesaikan proses pengadaan lahan sebelum pekerjaan pembangunan fisik dapat dimulai.
Dalam publikasi Pemerintah Kota Tasikmalaya pada 8 Oktober 2026, Viman menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas permanen ditargetkan mulai berlangsung pada tiga bulan pertama tahun depan.
Namun, publikasi tersebut belum merinci luas lahan yang akan digunakan, lokasi pembangunan yang telah ditetapkan, nilai anggaran, maupun jadwal pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Dengan demikian, target pembangunan pada triwulan pertama 2027 masih merupakan rencana pemerintah daerah, bukan kepastian bahwa pekerjaan fisik akan dimulai sesuai jadwal.
Saat ini, kegiatan pendidikan Sekolah Rakyat 41 Tasikmalaya telah berjalan dengan tiga rombongan belajar.
Sekolah tersebut menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pemerintah kota menempatkan penyediaan fasilitas belajar sebagai bagian dari rencana pengembangan sekolah tersebut.
Perpustakaan Sekolah Rakyat Disiapkan, Perpusnas Dukung 3.000 Buku
Selain merencanakan pembangunan gedung permanen, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menyiapkan fasilitas perpustakaan untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Berdasarkan keterangan pemerintah kota, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) akan memberikan dukungan penyediaan 3.000 buku bagi Sekolah Rakyat 41.
Sementara itu, pemerintah kota akan mengupayakan penyediaan ruangan untuk perpustakaan, termasuk melalui mekanisme penyewaan tempat.
Dukungan 3.000 buku tersebut masih berstatus rencana penyediaan sebagaimana disampaikan pemerintah kota. Belum terdapat informasi resmi yang memastikan seluruh buku telah diterima sekolah.
Rencana pengembangan fasilitas itu disampaikan bersamaan dengan peringatan satu tahun keberadaan Sekolah Rakyat 41 melalui Open House Sambara Karya 2026.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan berbagai hasil karya dan kemampuan, termasuk pidato menggunakan tiga bahasa.
Viman menilai perkembangan siswa selama satu tahun berjalan sesuai harapan. Penilaian tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan yang melibatkan para siswa, guru, dan pengelola sekolah.
Pemerintah kota berharap penyediaan bangunan permanen serta fasilitas perpustakaan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Adapun kepastian jadwal pembangunan Sekolah Rakyat permanen Kota Tasikmalaya masih bergantung pada penyelesaian pengadaan lahan serta tahapan persiapan berikutnya. (NS/AS)
