lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketersediaan tempat tidur RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menipis di tengah peningkatan pasien dengan infeksi virus. Hingga Kamis, 1 Oktober 2026, rumah sakit tersebut hanya memiliki sekitar 10 tempat tidur kosong untuk perawatan dewasa, sementara 11 pasien tercatat menunggu ruang rawat dari instalasi gawat darurat.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Titie Purwaningsari mengatakan peningkatan kasus infeksi virus telah terlihat sejak Agustus hingga September. Pada September, rumah sakit mencatat sekitar 182 kasus infeksi virus dan jumlah pasien disebut meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
Tempat Tidur Disesuaikan Setiap Hari
Dari total 249 tempat tidur di ruang perawatan dewasa RSUD dr. Soekardjo, sekitar 10 tempat tidur masih tersedia saat data disampaikan pada 1 Oktober. Pada saat yang sama, 11 pasien di IGD masuk dalam daftar tunggu untuk memperoleh ruang perawatan.
Rumah sakit melakukan pergeseran ketersediaan tempat tidur dari pagi hingga siang menyesuaikan jumlah pasien yang masuk setiap hari.
Pola pasien juga mengalami perubahan selama September. Titie menyebut pasien anak mendominasi ruang perawatan pada tiga pekan pertama bulan tersebut. Memasuki pekan keempat hingga mendekati pekan kelima, jumlah pasien dewasa meningkat.
Meski terjadi peningkatan pasien dengan infeksi virus, pihak rumah sakit tidak menyebut seluruh kasus tersebut sebagai Influenza A. Menurut Titie, RSUD dr. Soekardjo tidak dapat memastikan klasifikasi itu karena pemeriksaan PCR untuk menentukan jenis virus tersebut tidak dilakukan di rumah sakit.
Karena itu, peningkatan pasien infeksi virus tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kasus Influenza A yang telah terkonfirmasi.
Dinkes Catat 1.861 Kasus ILI
Peningkatan pasien rumah sakit terjadi ketika Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya juga mencatat 1.861 kasus Influenza Like Illness atau ILI hingga minggu epidemiologi ke-37 tahun 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Arif Prianto menjelaskan data tersebut berasal dari surveilans rutin puskesmas dan rumah sakit. Kasus ILI pada minggu ke-35 tercatat 68 pasien, kemudian turun menjadi 54 pasien pada minggu ke-36 dan kembali menjadi 68 pasien pada minggu ke-37.
Dinkes menekankan ILI merupakan kondisi dengan gejala menyerupai influenza, antara lain demam dan batuk. Namun, tidak semua pasien dalam pencatatan tersebut telah terkonfirmasi positif influenza.
Dinas Kesehatan meningkatkan surveilans penyakit saluran pernapasan menyusul perkembangan tersebut. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, RSUD dr. Soekardjo terus menyesuaikan alokasi tempat tidur dengan pergerakan jumlah pasien. Ketersediaan ruang rawat dapat berubah seiring pasien keluar maupun pasien baru yang membutuhkan perawatan. (NS/AS)







