lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. – Polres Tasikmalaya mengklaim berhasil mengungkap seluruh laporan kasus orang hilang Tasikmalaya selama dua bulan terakhir. Menurut kepolisian, laporan-laporan tersebut dapat ditindaklanjuti hingga korban ditemukan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dilaporkan.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, menyebut kecepatan informasi dari keluarga serta gerak proaktif anggota di lapangan menjadi faktor penting dalam penanganan kasus orang hilang Tasikmalaya tersebut.
“Alhamdulillah di masa kepemimpinan Pak Kapolres AKBP Ade Papa Rihi terungkap semua. Atas arahan Pak Kapolres juga, anggota bergerak cepat,” kata Heru, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, informasi mengenai latar belakang orang yang dilaporkan hilang sangat membantu polisi menentukan arah pencarian. Keterangan keluarga dan orang-orang terdekat menjadi salah satu petunjuk awal untuk menelusuri keberadaan korban.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menambahkan bahwa penyidik juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk satuan kepolisian di wilayah lain, untuk mempersempit pencarian.
“Kami tidak segan koordinasi dengan stakeholder lain termasuk satuan atas. Dan kami turun ke lapangan dengan cepat tepat. Beberapa korban ini kan bisa cepat kami selamatkan dengan gerakan yang tepat,” ujarnya.
Dalam bahan keterangan yang disampaikan kepolisian, sedikitnya tiga kasus menjadi contoh penanganan laporan orang hilang dalam periode tersebut. Kasus-kasus itu melibatkan seorang remaja yang ditemukan di Tangerang, mahasiswi yang ditemukan di Lampung, serta ibu rumah tangga yang ditemukan di Sumedang.
Remaja Bantarkalong Ditemukan di Tangerang
Kasus pertama melibatkan DL (16), seorang pelajar asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Ia dilaporkan hilang setelah berpamitan membeli makanan dari tempat tinggalnya di Kampung Simpang, Desa Simpang.
Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan pencarian.
Berita terkait: Siswi SMK Bantarkalong Hilang, Ditemukan di Apartemen PIK 2, Polisi Dalami Motif
Korban akhirnya ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten. Menurut keterangan kepolisian, DL ditemukan di lantai 33 apartemen tersebut.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang,” kata Heru.
Setelah ditemukan, korban ditempatkan di rumah aman dan menjalani pemulihan psikologis. Penanganan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi korban serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhannya.
Mahasiswi Taraju Ditemukan di Lampung
Kasus berikutnya menimpa CM (23), mahasiswi asal Kecamatan Taraju yang dilaporkan hilang setelah berpamitan mengerjakan skripsi di kampus.
Pencarian polisi mengarah ke Lampung. Korban akhirnya ditemukan di sebuah hotel, sementara seorang pria berinisial JCP (31), warga Bandar Lampung, ditangkap karena diduga membawa lari korban.
Berdasarkan keterangan dalam bahan perkara, keduanya berkenalan melalui permainan daring Mobile Legends. Pria tersebut disebut mengaku belum menikah dan menjanjikan akan menikahi korban, tetapi kemudian diketahui telah beristri.
Dalam kasus ini, polisi juga mengungkap dugaan penggunaan identitas korban untuk pengajuan pinjaman daring.
JCP disebut dijerat dengan Pasal 454 dan/atau Pasal 450 KUHP. Meski demikian, dugaan tindak pidana tersebut tetap harus diproses berdasarkan alat bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati dalam membangun hubungan dengan orang yang dikenal melalui internet, terutama ketika hubungan tersebut melibatkan janji pernikahan, permintaan data pribadi, atau akses terhadap identitas dan dokumen penting.
Laporan Penyanderaan Berujung Penemuan di Sumedang
Kasus ketiga melibatkan TS (38), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Salopa yang dilaporkan hilang selama lima hari.
Sebelumnya, TS mengaku kepada suaminya bahwa dirinya disekap di Bekasi dan terancam dijual kepada mucikari. Informasi tersebut membuat keluarga khawatir dan mendorong pencarian ke sejumlah daerah.
Polisi kemudian menelusuri keberadaan TS hingga ke Bekasi, Bandung, dan sejumlah lokasi lain. Namun, perempuan tersebut akhirnya ditemukan di sebuah kontrakan di Sumedang pada 26 Agustus 2026.
Dalam pemeriksaan, TS mengakui bahwa cerita mengenai penyekapan itu tidak benar. Ia menjelaskan bahwa dirinya meninggalkan rumah setelah terjadi pertengkaran rumah tangga dan ingin bekerja sebagai pengasuh anak atau baby sitter di Sumedang.
“Saya keluar rumah karena ada masalah cekcok aja. Kalau disekap dan mau dijual mah itu biar suami saya gak nyari,” kata TS, sebagaimana dikutip dalam keterangan yang diberikan.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menyebut penelusuran informasi digital, termasuk notifikasi masuk akun Facebook, turut membantu proses pencarian kasus orang hilang Tasikmalaya tersebut.
Setelah ditemukan, TS menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Dokkes Polres Tasikmalaya sebelum diserahkan kembali kepada keluarganya.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa laporan orang hilang dapat memiliki latar belakang berbeda. Karena itu, penanganan perlu didasarkan pada pemeriksaan fakta dan keterangan para pihak, bukan hanya dugaan awal keluarga.
Polisi Tekankan Pentingnya Informasi dari Keluarga
Polres Tasikmalaya menyatakan kecepatan laporan dan kelengkapan informasi dari keluarga sangat membantu proses pencarian orang hilang.
Informasi seperti pakaian terakhir yang dikenakan, lokasi terakhir terlihat, nomor telepon, akun media sosial, serta orang-orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban dapat menjadi petunjuk awal bagi petugas.
Keluarga juga disarankan menyimpan bukti komunikasi yang relevan dan segera menyampaikan informasi kepada polisi apabila terdapat perkembangan baru. Masyarakat sebaiknya tidak menyebarkan tuduhan atau identitas sensitif yang belum terverifikasi ketika membantu pencarian.
Klaim pengungkapan 100 persen yang disampaikan Polres Tasikmalaya menjadi catatan atas penanganan laporan dalam periode tersebut. Untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada publik, data jumlah keseluruhan laporan, kategori kasus, dan rincian waktu penemuan setiap korban tetap penting disampaikan secara transparan.
Di balik capaian yang diklaim kepolisian, setiap laporan orang hilang memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan berbeda. Kecepatan pencarian, koordinasi lintas wilayah, perlindungan korban, dan pendampingan setelah ditemukan menjadi bagian penting dari upaya memastikan keselamatan masyarakat. (HS)
